Alasan peningkatan asam lambung, kebiasaan berbaring setelah makan adalah salah satu pemicunya

2020-08-10

TRIBUNNEWS.COM-Peningkatan asam lambung dapat menyebabkan sakit perut dan sensasi terbakar, seperti terbakar di dada (mulas). -Mulai dari Klinik Cleveland, pasien juga mungkin mengalami gejala seperti gas, kembung, mual, kesulitan menelan, dan sisa makanan di tenggorokan. -Jika itu sering terjadi, penyakit asam lambung telah memasuki tahap kronis atau terjadi lebih dari dua kali seminggu.

Kondisi ini disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). –Ketika asam lambung terus meningkat, lapisan kerongkongan rusak karena paparan asam lambung.

Baca: Beberapa makanan dapat menyebabkan batu ginjal, apa itu?

Karena kerusakan jaringan tertentu, pengaruhnya akan mempengaruhi kebiasaan makan, tidur dan mengganggu kenyamanan kegiatan sehari-hari.

Asidosis lambung yang sering berulang dapat menyebabkan peradangan kronis dan komplikasi serius.

Sebelum penyakit menjadi kronis dan lebih sulit diobati, pahami dulu penyebab seringnya asam lambung mengalir dari lambung.

Baca: Menggoreng cokelat menyebabkan asam lambung naik

Seperti yang dikomentari WebMD, ada pintu mirip katup di dalam perut kita.

Katup itu dalam bentuk cincin otot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah.

Leave A Comment