Anehnya, sepertiga responden mengatakan bahwa akibat Covid-19, tekanan pekerjaan keluarga meningkat

2020-08-10

Wartawan Jakarta Tribunnews.com reporter Gita Irawan (Gita Irawan) report-Sebuah survei online yang dilakukan oleh Komite Nasional Kekerasan Wanita selama pandemi abad ke-19 mengungkapkan kondisi kehidupan wanita rentan yang berpotensi baru , Termasuk kondisi kehidupan yang penuh kekerasan.-Hasil survei dinamika rumah tangga selama pandemi Covid-19 dari April 2020 hingga Mei 2020 menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja dan kekerasan terhadap perempuan rentan. -Komnas Perempuan Komisaris Alimatul Qibtiyah mengungkapkan banyak balasan terkait dengan salah satu dari empat pernyataan survei yang dipertanyakan, yaitu, “Bagaimana perubahan dalam beban kerja rumah tangga dan perawatan terjadi selama pandemi yang terjadi pada tahun 19?” Survei menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pria, selama pandemi covid-19, pekerjaan rumah tangga umumnya masih dilakukan oleh wanita.

Baca: Surat pemecatan yang dikirim pada tengah malam, kontrak Garuda Indonesia menyebabkan 181 pilot kehilangan pekerjaan mereka.Dia menjelaskan bahwa sebagian besar responden, 96% dari 2.285 responden pria dan wanita, Menunjukkan bahwa beban pekerjaan keluarga semakin meningkat.

Suami dan Istri

Alimatul mengatakan bahwa jumlah perempuan yang melakukan pekerjaan rumah berlangsung lebih dari tiga jam, dua kali lipat jumlah laki-laki yang diwawancarai. Dia berkata: “Dia berada di bawah banyak tekanan. — Alimatul juga mengatakan bahwa survei dan survei lainnya menunjukkan bahwa sekitar 70% responden mengatakan anak laki-laki dan perempuan membantu pekerjaan rumah tangga. Itu tidak menunjukkan bahwa ada lebih dari tiga anak. 70% Responden Mengatakan Pengeluaran Rumah Tangga Meningkat.

Baca: Lion Air Group Berhenti Terbang Lagi, dan Biaya Tes PCR Melampaui Harga Tiket Pesawat

Leave A Comment