Alasan pembatalan kursus peserta BPJS Health: untuk memberikan layanan medis yang adil dan adil

2020-08-12

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah berencana membatalkan kursus peserta BPJS Kesehatan.

Rencananya tidak lagi ada Tipe I, Tipe II atau Tipe III, tetapi semua Direktur Humas BPJS Kesehatan Bpk. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, penghapusan jenis rencana ini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang setara dan adil.

“Kelas adalah bagian dari upaya untuk memastikan kesetaraan jaminan dan layanan, keadilan dan kesehatan,” kata Iqbal kepada Tribunnews.com, Kamis (21 Mei 2020).

Saat ini dari sisi persiapan, detail informasi pemberhentian kelas seperti perhitungan, dll. Iqbal mengatakan: “Karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional (DJSN) direksi masih membahas besaran biaya dan standar rencana pelayanan.” “DJSN sedang mempersiapkan, Harus dihitung berdasarkan apa yang harus disiapkan “. Bacaan: Lagi-lagi berupaya meningkatkan kontribusi kesehatan BPJS, pengadu masih menghargai pembacaan sendiri departemen: BPJS Kela semuanya akan dihapus, Komite IX: Pertama-tama mempersiapkan fasilitas-Membaca: Puasa selama sebulan, Idul Fitri sebulan Jangan takut sementara ini trik menyediakan makanan agar perut beradaptasi.Selanjutnya, Iqbal juga menjelaskan bahwa pembagian semacam ini juga sudah disesuaikan dengan isi Pasal 64 dan 54A Presiden (Perpres) tahun 2020. , Artikel ini harus diterapkan pada akhir tahun 2020. Iqbal menyatakan, isi dari asuransi kesehatan dasar pada tahun 2020 adalah untuk memberikan jaminan kesehatan lebih lanjut. Menteri akan memberikan rawat inap sesuai kebutuhan dan standar medis dasar terkait, serta kementerian, lembaga, organisasi profesi, dan asosiasi lembaga kesehatan terkait sesuai dengan Desember 2020.- — Mutakien yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Panitia Jamsostek Nasional (DJSN) Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelaskan bahwa pihaknya berharap dapat mengembalikan tugas Pasal 23 (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 dalam jangka panjang. Jika peserta perlu dirawat di rumah sakit dalam hal menghadiri ulang, tingkat layanan rumah sakit akan diberikan sesuai dengan kelas standar yang disediakan.

“Jadi idealnya ke depan hanya ada satu kelas dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Oleh karena itu, tidak ada kursus rumah sakit di sini,” kata Muttaqien.

Leave A Comment