Mengenai kekebalan, 70% tergantung pada kesehatan usus kita

2020-08-12

TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi yang semakin mengkhawatirkan, berbagai metode pasti akan digunakan untuk mempertahankan daya tahan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selain mencuci tangan hingga tuntas juga menyebutkan bahwa virus Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya melalui kekebalannya sendiri.

Ketika virus memasuki tubuh manusia, tubuh manusia akan mengenalinya sebagai musuh. Gejala seperti demam, batuk kering, dan sesak napas muncul dalam bentuk tubuh yang berusaha melawan virus. Di sinilah kita membutuhkan antibodi yang kuat.

Sistem pencernaan yang sehat, kekebalan yang kuat

Vitamin C diyakini meningkatkan daya tahan tubuh. Tetapi dokter dan ahli gizi masyarakat Ph.D. Tan Shot Yen mengatakan bahwa vitamin C saja tidak cukup untuk melindungi dari virus korona.

Selain diet yang sehat, olahraga dan tidur yang cukup, juga diperlukan untuk menjaga sistem pencernaan.

Menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan di Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi. National Library of Medicine menunjukkan bahwa flora usus di saluran pencernaan mungkin bermanfaat bagi kesehatan manusia, terutama dalam mengatur keseimbangan kekebalan tubuh. Setidaknya satu saluran pencernaan yang sehat menyumbang hampir 70% dari seluruh sistem kekebalan tubuh. -Selanjutnya, apa hubungan antara usus dan sistem imun tubuh?

Tubuh manusia membutuhkan bakteri baik di usus untuk melindungi sistem pencernaan. Jika usus sehat – untuk mencegah sembelit atau diare – penyerapan nutrisi bahkan lebih baik, dan sistem kekebalan tubuh tetap yang terbaik.

Dengan konsumsi bakteri menguntungkan atau probiotik yang disebut Bacillus coagulans, selain membantu usus untuk melawan bakteri berbahaya di usus, tidak ada penyakit lain. Mudah diserang. Tak hanya itu, serat juga baik untuk kesehatan usus, karena membantu mengeluarkan makanan usus yang tertinggal di dalam tinja.

Serat dapat diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, beras merah, buah-buahan dan sayuran. Namun, sebagian orang merasa sulit mengonsumsi serat.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang Rekomendasi Angka Kecukupan Gizi Masyarakat Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, setidaknya tubuh manusia perlu mengonsumsi 28-37 gram serat per hari.

Bersamaan dengan itu, menurut hasil penelitian kesehatan dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi buah dan sayur (serat) sebesar 95,5% penduduk Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2018. data. Pada tahun 2001, masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi ± 10 gram serat per hari.

Sekarang ada cara enak untuk memenuhi kebutuhan serat. Enesis Group meluncurkan Scrubber, yang merupakan minuman jus jeruk bubuk dengan berbagai serat dan bakteri baik, yang dapat memenuhi kebutuhan serat harian dan membantu kesehatan pencernaan.

Yang paling penting adalah, scrubber, es krim jeruk segar bukan es krim jeruk biasa, karena mengandung bakteri baik Bacillus coagulans, bakteri ini bekerja secara khusus di usus dan merupakan makanan bagi bakteri menguntungkan di usus Yaitu, oligosakarida. Membantu melawan bakteri berbahaya di usus. Selain itu, scrubber juga mengandung beragam serat, yaitu polydextrose dan pisang raja, yang dapat membantu menghilangkan sisa makanan di usus.

Jangan khawatir sekarang, bahkan jika itu hanya #dirumahaja, perhatikan kesehatan usus!

Penulis: Dana Delani

Leave A Comment