Kiat untuk psikolog untuk menghibur korban kekerasan dalam rumah tangga

2020-08-14

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan dalam rumah tangga) dapat terjadi pada orang-orang terdekat kita.

Selama pandemi korona (covid-19), situasi ini juga dapat terjadi, karena emosi tidak seperti ini. Selalu mengendalikan diri ketika bertemu setiap hari.

Ketika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa mereka dilecehkan oleh suami atau istri Anda, Anda dapat melakukan banyak hal untuk menghibur teman-teman Anda. Psikolog Yayasan Pulih Aenea Marella menyebutkan bahwa yang pertama adalah mendengarkan cerita Anda tanpa membuat penilaian. Biarkan orang yang selamat atau orang yang menerima perlakuan kekerasan dalam rumah tangga habis-habisan sampai mereka merasakan keadaan mereka. —————————————————————————————————————————————————— Jika orang ini menceritakan sebuah kisah, terimalah semua perasaanmu. Dengarkan, dengarkan, dengarkan, dan bersikaplah adil. Tolong dengarkan dan berhati-hatilah untuk tidak menghakimi para penyintas, “Aenea (Senin / 20 Mei, 2020) Kata Day.

Kedua belah pihak membantu mereka menyesuaikan pola pernapasan mereka untuk menenangkan para penyintas dan membuat mereka lebih fokus ketika bercerita.

Anda juga bisa mendapatkan bantuan. “Aeneas berkata:” Oleh karena itu, kami membantu para survivor menjadi tenang melalui relaksasi sederhana, seperti mengatur pernapasan dan menyediakan air untuk menenangkan diri. “

Selanjutnya, perkuat kekuatan teman dengan mengatakan yang berikut: Dia membangun kembali antusiasmenya seolah-olah dia tidak pantas mendapatkan kekerasan.

Membaca: Memotong 25.000 rupee dalam bantuan sosial dari ketua RT Depok. Pendanaan: Ditugaskan kepada penduduk yang tidak dapat melakukan ini-Baca: Fakta satu-line 3 Satpam Becak Becak solo, mulai dari Numpang Peed- “Perkuat fakta, lagipula Aiya berkata:” Tidak layak seseorang menjadi Kekerasan, jadi Anda sebenarnya tidak bersalah. “Selanjutnya, tanyakan kepada seorang teman yang dilecehkan oleh rekannya apa yang dia lakukan. Dapatkan lebih banyak bantuan, seperti jumlah pusat pengaduan kekerasan lainnya.

Beberapa nomor pengaduan kekerasan dalam rumah tangga termasuk P2TP2A 081317 617 622 DKI Jakarta, hotline KPPPA 082125751234, hotline Kementerian Sosial 15071, Komnas Perempuan 021 3903963, dan Yayasan Pulih melalui kunjungan bit .ly / konselingKBGPulih menyediakan konsultasi.

Leave A Comment