Pandemi Covid-19, Clinics Without Borders melayani staf medis tanpa batas

2020-08-15

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, kegiatan pribadi sangat terbatas. Bahkan, ini membuat sebagian orang khawatir dan enggan pergi ke rumah sakit atau lembaga medis lain meski menjalani perawatan rutin atau sakitnya sendiri.

Saat ini, beberapa orang keliru berkonsultasi melalui platform online. Satu arah.

Dr Wei Xiangyu, pendiri dan komisioner Medical Without Borders, mengatakan bahwa beberapa negara telah mengadopsi kebijakan blokade. Tentu saja, ini membatasi mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang menerima perawatan atau membutuhkan perawatan. Tidak hanya untuk pasien yang menerima perawatan di rumah, tetapi juga untuk pasien yang menerima perawatan di luar negeri. Dr Wei Xiangyu mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis (30/4/2020) di tribunnews.com: “Akibatnya, sebagian besar pasien ini mengalami penundaan dan hambatan untuk melanjutkan perawatan secara langsung.” — -Lebih Lanjut Wei Xiangyu mengatakan bahwa beberapa orang telah menemukan solusi melalui platform online untuk perawatan. Sayangnya, platform online yang ada masih konvensional. Dengan kata lain, konsultasi terbatas pada pasien yang mengajukan keluhan dengan dokter, yang memberikan solusi terbatas dan standar. Ini tentunya bukan sistem perawatan kesehatan yang lengkap. Untuk tujuan ini, ia meluncurkan solusi kesehatan masyarakat dan kesehatan yang dapat diterapkan di rumah melalui platform Klinik Tanpa Batas. Wei Xiangyu mengatakan bahwa platform ini adalah perangkat telemedicine pertama yang digunakan oleh dokter keluarga di setiap negara / wilayah, dan model dapat dibuat secara online. Offline “, ini juga akan melibatkan para ahli terkemuka dunia. Dalam sistem besar ini, sudah ada lebih dari 20.000 halaman konten yang dapat dicerna didukung oleh video call center multibahasa yang mudah digunakan yang ditulis oleh dokter terkenal, jika ada Jika perlu, dilengkapi dengan fungsi blockchain dan pengenalan wajah. Dia menambahkan bahwa pasien dapat memperoleh dukungan dari pakar kesehatan multidisiplin di Singapura, Thailand, Cina, Eropa, Hong Kong, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan negara-negara lain. Orang-orang ini tidak memiliki hambatan bahasa. Sejauh ini, 60-80 ahli medis top dunia dari berbagai negara.

Pendiri dan komisaris “Medical Without Borders” menyimpulkan: “Dengan platform ini, biaya perawatan lebih Lebih ekonomis menerima perawatan di luar negeri. “

Leave A Comment