Birokrasi BPJS yang kaku kecewa karena membantu jantung bayi yang tidak stabil, Bupati Batola menghentikan kerja sama

2020-07-08

TRIBUNNEWS.COM, MARABAHAN-Mengecewakan bahwa Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Bupati Hj Noormiliyani telah berhenti bekerja dengan BPJS Kesehatan. BPJS tidak memberikan kebijakan apa pun kepada Aliqa Azzahra, seorang bayi penduduk, untuk mengelola dana.

Aliqa adalah putri kedua dari pasangan Natal dan Nurhidayani, mereka adalah penduduk Puntik Luar, Mandastana, Kabupaten Bartola.

Lahir normal pada 27 Februari 2020, beratnya 3,7 kg. Setelah 11 hari lahir, kulit Aliqa mulai membiru dan mulai menurunkan berat badan.

Pada pertengahan Mei 2020, orang tuanya membawanya ke dokter anak, berdasarkan hasil pemeriksaan, dia memiliki kelainan jantung bawaan.

“Setelah itu, kami merawatnya secara teratur, tetapi kondisinya tidak membaik, dan kami menyarankan agar ia membawanya kembali ke rumah sakit,” kata orang tua bayi itu, Nagir.

Mengambil keuntungan dari pendapatan toko perbaikan sepeda motor mesin Nagier, Najir hanya bisa berharap untuk membayar harga untuk pemulihan anaknya .

Dia juga mengumpulkan sumbangan melalui komunitas sepeda motor di Barito Kuala.

Sebagai hasil dari tindakan ini, berita tentang biaya medis terbatas Arika mencapai Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Periksa permintaan “sumbangan kesejahteraan” segera (PBI APBD dari orang-orang Naji.

Leave A Comment