Kiat bagi psikolog untuk menghibur korban KDRT

2020-08-16

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa saja terjadi pada orang terdekat kita.

Bisa juga terjadi pada pandemi koronal (covid-19), karena tidak setiap emosi tidak bisa dikendalikan ketika hari selalu dipuaskan.

Ketika seseorang memberi tahu Anda bahwa mereka dilecehkan oleh suami atau istri Anda, Anda dapat mengambil banyak langkah untuk meningkatkan moral. Teman saya, psikolog, Yayasan Pulih Aenea Marella, mengatakan bahwa hal pertama adalah mendengarkan cerita Anda tanpa membuat penilaian. Biarkan orang yang selamat atau orang yang menerima perlakuan kekerasan dalam rumah tangga habis-habisan sampai mereka merasakan keadaan mereka.

“Jika orang ini bercerita, terimalah semua perasaannya. Dengarkan, dengarkan, dengarkan dan bersikap adil. Tolong dengarkan dan berhati-hatilah untuk tidak menghakimi para penyintas,” Aenea (Senin / 20 Mei 2020) Hari) kata.

Kedua belah pihak membantu mereka menyesuaikan pola pernapasan mereka untuk menenangkan para penyintas dan membuat mereka lebih fokus ketika bercerita.

Anda juga dapat membantu menenangkan diri dengan minum air.

“Kami membantu korban melalui relaksasi sederhana, seperti menahan napas dan memberinya air untuk menenangkannya.” – Kata Aiya. — Kemudian beri teman Anda kekuatan untuk mengatakan sesuatu untuk meningkatkan antusiasme mereka, seolah-olah mereka tidak boleh mengalami kekerasan. Dari menumpang hingga buang air kecil- “Tidak ada gunanya mengatakan apa pun untuk memperkuat dia dan membuat seseorang melakukan kekerasan, jadi Anda sebenarnya tidak bersalah,” kata Aenea.

Selanjutnya, tanyakan pada teman yang membutuhkan kekerasan dari pihak lain.

Berikan nomor yang dapat membantu teman Anda mendapatkan lebih banyak bantuan, seperti nomor pusat pengaduan kekerasan lainnya.

Beberapa angka pengaduan KDRT antara lain P2TP2A DKI Jakarta 081317617 622, hotline KPPPA Kemensos 082125751234, hotline 15071, Komnas Perempuan 021 3903963, Yayasan Pulih memberikan konsultasi melalui bit.ly/konselingKBGPulih.

Leave A Comment