Lemak tubuh yang tinggi meningkatkan risiko depresi

2020-08-16

TRIBUNNEWS.COM-Lemak tubuh yang berlebihan bisa mengganggu kesehatan mental kita.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam “Translational Psychiatry”, semakin banyak lemak dalam tubuh, semakin besar pula risiko depresi kita. — Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Aarhus University dan Aarhus University Hospital di Denmark untuk menemukan hubungan antara obesitas dan depresi.

Bacaan: Cara Menghentikan Kebiasaan Nonton Film Pornografi

Bacaan: Mulan Jameela di Mata Tetangga

Bacaan: Kerahasiaan Bisa Berefek Negatif bagi Tubuh

Jika Penelitian Sebelumnya Mengandalkan Berat Badan (BMI) Data, kali ini peneliti akan fokus pada komposisi tubuh dan distribusi lemak. Pemimpin riset Soren Dinesen Ostergaard. Menurutnya, banyak atlet profesional dengan otot kuat dan kandungan lemak rendah memiliki BMI di atas 25.

Faktanya, BMI 25 telah diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan. Tikus tubuh. Indeks massa tubuh tidak dapat digunakan untuk menilai distribusi lemak tubuh.

Faktanya, lemak pinggang biasanya memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih besar daripada lemak. Di tempat lain.

“Salah satu keuntungan dari penelitian kami adalah kami dapat memperbesar dan melihat hubungan spesifik antara total lemak tubuh dan risiko depresi,” kata Ostergaard dalam rilisnya.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis sejumlah besar data genetik yang diperoleh dari UK Biobank.

Leave A Comment