Setelah berhasil pulih dari Covid-19, wanita tersebut mengirim email ke komunitas besar “Jangan panik”

2020-08-17

TRIBUNNEWS.COM-Seorang wanita yang sembuh dari virus corona di Amerika Serikat berpesan agar masyarakat tetap tenang, namun tetap memperhatikan orang-orang yang paling mungkin tertular virus tersebut.Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya tinggal di rumah. – Nama wanita ini adalah Elizabeth Schneider (Elizabeth Schneider). Dia tinggal di Seattle, yang merupakan kota terbesar di Negara Bagian Washington dan memiliki jumlah kematian tertinggi di Amerika Serikat akibat Covid-19.

Menurut South China Morning Post, seorang pria berusia 37 tahun dengan gelar PhD di bidang bioteknologi mengatakan bahwa Elizabeth membagikan ceritanya, berharap mendapatkan sedikit harapan melalui pengalamannya yang ringan dan menyakitkan dan menjaga dirinya sendiri di rumah.

Baca: Wakil Wali Kota Samarinda Ngotot Gelar Pernikahan Anak Saat Pandemi Corona, Kenapa? –Baca: Perlu diingat bahwa hasil tes CPNS SKD 2019 akan diumumkan besok, dan rencana tes SKB ditunda-Elizabeth mengatakan Covid -19 tidak bisa dianggap remeh karena banyak lansia yang akan mengalami gangguan kesehatan jika terkena kondisi kesehatan. Covid-19 akan masuk Keadaan yang lebih rentan.

“Tentunya ini bukanlah sesuatu yang tidak boleh kita abaikan, karena jika terkena virus ini, akan banyak orang lanjut usia yang terus hidup atau menderita kondisi kesehatan yang rapuh dan berbahaya. “Kita harus tetap waspada, tetap di rumah, dan mengisolasi diri kita sendiri dan orang lain,” kata Elizabeth dalam wawancara dengan South China Morning Post.

Pejabat kesehatan AS mengutip data China, mengklaim bahwa 80% kasus adalah kasus ringan, dan kasus parah memerlukan rawat inap. Baca: Yogyakarta Berhasil Pulihkan Jadwal Anak Muda: Dulu Depok, Lalu Demam Tinggi-Membaca: Kasus Corona di Indonesia Meningkat, 81 Kasus Meningkat, Total 450 Kasus-Ini Penjelasan Kasus Parah Covid-19 tahun telah menginfeksi orang berusia di atas 60 tahun yang sebelumnya menderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, atau paru-paru.

Seperti yang kita semua tahu, Elizabeth mulai mengalami gejala mirip flu pada 25 Februari 2020, dan tiga di antaranya terjadi beberapa hari setelah menghadiri pesta yang kemudian dipastikan bahwa orang lain juga terinfeksi.

“Saya bangun sangat lelah, tapi ini tidak lebih dari apa yang biasanya Anda rasakan setelah bangun untuk bekerja, dan saya Elizabeth mengatakan bahwa akhir pekan sebelumnya sangat sibuk. -Halaman berikutnya

– >

Leave A Comment