Nasihat dokter paru tentang coronavirus yang mungkin menyebar di udara

2020-08-18

Reporter Jakarta Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mempublikasikan kemungkinan Covid-19 atau virus corona menyebar melalui udara atau udara. -Meskipun tidak pasti, dapat menyebar dalam kondisi tertutup atau di dalam ruangan, penuh sesak dan ventilasi yang buruk.

Sebelumnya telah dipastikan bahwa SARS-CoV2 hanya ditularkan melalui tetesan air atau partikel kecil dalam air liur dan keluar dari mulut saat dapat berbicara.

Baca: Usai 7 Pegawai Tertular Virus Corona, KPK Gelar Tes Cepat Lagi

Melihat kemungkinan baru ini, Persatuan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat tidak panik. Tapi waspadalah.

Baca: Dinas Kesehatan DKI mengakui angka positif di ibu kota pekan lalu tak memenuhi rekomendasi Badan Kesehatan Dunia.

Dalam surat permohonan banding PDPI yang ditandatangani oleh ketua umum PDPI. Agus Dwi Susanto juga mendesak masyarakat untuk menghindari keramaian di ruang terbuka dan tertutup.

“PDPI menyerukan kepada publik untuk menghindari berkerumun di ruang tertutup dan terbuka,” Dr. Dr menulis. Dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh Agus pada 11 Juli 2020.

Baca: Pertanyaan: Virus korona dapat bertahan hidup di udara.Pemerintah menyerukan untuk mempersingkat waktu pengabaran pada hari Jumat – dan kemudian mendorong masyarakat untuk mematuhi Prosedur kesehatan, seperti memakai topeng di mana-mana, sering mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Masker bisa digunakan dimana saja di dalam ruangan. Jagalah kebersihan tangan dan hindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan. Jaga jarak dalam aktivitas sehari-hari.” Dr. Agus .

Terakhir harus dibuka dengan membuka Lubang ventilasi untuk memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tertutup untuk masuknya sirkulasi udara dan sinar matahari.

“Buat ruangan yang berventilasi baik dan buka jendela sebanyak mungkin,” katanya. Dr. Agus

Selama ini Covid-19 memang sangat mengkhawatirkan karena belum ada vaksin dan obat khusus untuk mencegah penyakit yang menyerang saluran pernafasan ini. Pada Kamis, 9 Juli 2020 ditambahkan 2.657 kasus. -Pada saat yang sama telah ditambahkan data 1282 kasus mulai 13 Juli 2020, dengan total 76.981 kasus. Jumlah pasien yang sembuh meningkat 1.051 menjadi total 36.689, dan jumlah kematian meningkat 50 menjadi total 3.656.

Leave A Comment