Fetish Kain Viral Jarik, Dokter Jelaskan Istilah Fetish Dan Bahayanya

2020-08-19

Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan- Beberapa hari terakhir ini, seorang pelajar di Surabaya menghebohkan jejaring sosial dengan fenomena “fetish kain jarik”.

Korban adalah seorang pelajar bernama Gilang di media sosial yang menceritakan perlakuan aneh Gilang yang membuat korbannya ingin dilap di atas kain. Demand

Baca: Fesyen fetish Jarik Cloth lainnya terungkap Korban: Selimut tidak menutupi literasi

Lalu, setelah kejadian Gilang, istilah fetish sebenarnya apa yang menjadi trend?

Dr Alvina Sp.KJ, psikiater RS ​​Primaya Bekasi Barat menjelaskan bahwa fetish adalah seseorang yang melakukan hubungan seks dan menggunakan benda mati sebagai salah satu cara untuk membangkitkan gairah seksual. -Dr. Alvina mengatakan dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (31 Juli 2020): “Seorang fetishist berfantasi tentang seks, seperti bermasturbasi dengan menggunakan benda tak hidup sebagai objek yang merangsang.” -Baca : Mahasiswa akan menjatuhkan sanksi yang tidak adil terhadap fetisisme Jarik Cloth – didiagnosis sebagai fetisisme, fantasi atau perilaku seksual seseorang harus dilakukan secara intens atau berulang selama lebih dari enam bulan, dan melibatkan benda mati atau tubuh non-manusia Organ reproduksi.

Jenis fetish ini dapat menyebabkan stres dan membuat pelakunya menderita tekanan sosial, profesional, dan pribadi. — “Dampak buruk pada fetish person adalah sang kekasih telah menarik diri dari lingkungan sosial karena alasan berikut: disfungsi sosial atau tidak dapat bekerja karena fetishisme.” Alvina, Sp.KJ .

Baca: Sadar dilecehkan oleh pelaku Jarik Cloth Fetish, mengapa korban tidak melapor ke polisi?

Dr Alvina mengungkapkan bahwa fetisisme dapat disertai dengan gangguan jiwa lainnya, misalnya orang tersebut juga mengalami depresi, cemas atau psikosis dan gangguan mood lainnya. Dr. Alvina menyimpulkan bahwa, sekali lagi, penghalang karakteristik itu sendiri melibatkan benda-benda tak hidup, dan biasanya memiliki rasa kemandirian, jadi hanya ada sedikit konfrontasi langsung.

Leave A Comment