Berhenti makan Flammulina velutipes bahkan di Indonesia, tidak ada epidemi karena kontaminasi bakteri

2020-08-20

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian), mewajibkan importir untuk memindahkan dan menghancurkan produk jamur enoki yang diimpor dari Green Company Korea Selatan.

Alasannya adalah bahwa jamur diduga terkontaminasi oleh Listeria monocytogenes, yang dapat menyebabkan listeriosis dan menyebabkan kematian penyakit.

Kasus ini terutama dapat terjadi pada anak kecil, wanita hamil dan orang tua.

Agung Hendriyadi, kepala Kementerian Pertanian, Badan Keamanan Pangan (Agoda Hendriyadi), menyatakan dalam siaran pers resminya bahwa menurut Pasal 90 Undang-Undang Pangan No. 18/2012, Pasal 28 PP 86/2019 dan Permentan 53/2018, Kamis (Kamis) (25/6/2020) mengumumkan bahwa BKP memerintahkan importir untuk menghapus dan menghancurkan produk jamur enoki Korea Green Co., Ltd. dari negara / wilayah berikut. — Mengenai penarikan kembali produk, pesanan telah dikirim ke PT Green Box Sayuran Segar No. B-259 / KN.230 / J / 05/2020 pada 18 Mei 2020. Bisakah Listeria menyebar? Silakan merujuk ke Cara menghilangkan bakteri di jamur Enoki-Baca: Cara mencegah Listeria, lihat gejala dan penjelasan wabah jamur Enoki- Kemudian langkah selanjutnya adalah menghancurkan 1633 kotak produk ini dari 22 Mei 2020 hingga Pemeriksaan berat 8.165 kg dilakukan di Bekasi PT Siklus Mutiara Nusantara pada 19 Juni.

Agung menambahkan bahwa Kementerian Pertanian BKP memerintahkan semua personel yang relevan, termasuk Direktorat Regional Keamanan Pangan (OKKP) untuk mengawasi enoki Korea “Produk jamur,” Agung menjelaskan: “Kami meminta Biro Karantina Pertanian untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan jamur enoki Korea. “-Tidak hanya itu, perlu untuk memperkirakan peredaran produk-produk ini di Korea Selatan. Di pasar domestik, Argonne juga mensyaratkan negara produsen untuk dapat memverifikasi produknya sebelum mengekspor.

” Kirimkan pemberitahuan kepada negara produsen untuk mengambil langkah-langkah perbaikan, “Kata Agun g.

Leave A Comment