Kementerian Kesehatan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan tarif tertinggi untuk pengujian cepat Rp 150.000

2020-08-22

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pemberitahuan baru terkait batasan tarif maksimal deteksi cepat virus corona (covid-19). Dalam Surat Edaran No. HK.02.02 / I / 2875/2020 yang ditandatangani Dirjen Kemenkes pada 6 Juli 2020, “Biaya tes cepat tertinggi adalah Rp 150.000-pengumuman Bambang di Twitter. Surat itu berbunyi: “Batas tarif maksimum untuk pengujian antibodi cepat adalah 150.000 rupee. Agus Wibowo @ agw3126, Direktur Penyusunan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Selasa (7/7/2020). Diperlukan pengujian – selanjutnya, batas tarif yang lebih tinggi ini berlaku bagi mereka yang melakukan uji antibodi cepat untuk pemeriksaan sendiri. – -Bambang memang mengimbau institusi medis yang menyediakan layanan rapid testing COVID-19 untuk segera menerapkan aturan terakhir ini.

Baca: Dibandingkan kebutuhan KA Bia yang Lebih Mahal, Biaya Tes Cepat Layak- – “Institusi medis atau pihak yang memberikan layanan pengetesan antibodi secara cepat bisa mengikuti batasan tarif yang ditetapkan,” tulis Bambang. Masyarakat sebagai langkah uji Covid-19 juga mewajibkan masyarakat menggunakan angkutan umum untuk menempuh jarak jauh.

Ini Tes antigen dan antibodi cepat ini adalah penyaringan awal dari hasil tes cepat. Caranya adalah dengan mengekstraksi sedikit darah dari ujung jari Anda dari sampel, yang akan berlangsung selama puluhan menit.

Reaksi harus dikonfirmasi ulang dengan tes usap Hasil rapid sex test adalah memasukkan akat khusus ke hidung dan mulut lebih dari sehari.

Leave A Comment