WHO mengembangkan pneumonia berbasis kecerdasan buatan yang disebabkan oleh Covid-19

2020-08-22

Reporter Tribunnews.com reporter Reza Deni——TRIBUNNEWS.COM, Universitas Jakarta, Indonesia, mengembangkan DSS-CovIDNet melalui Kelompok Instrumentasi Ilmiah dan Biofisika dan KBI-Departemen Fisika-Koefisien Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI), Ini adalah alat yang menggunakan program kecerdasan buatan pembelajaran dalam untuk memprediksi kasus pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19.

Program ini dirancang oleh mahasiswa S2 dan tim alumni Departemen Fisika FMIPA UI. Mereka adalah anggota tim peneliti AIRA (Radiation Applied Artificial Intelligence), di bawah pengawasan Profesor Djarwani S. Soejoko dan Prawito .— Koordinator tim -AIRA Lukmanda Evan Lubis mengatakan bahwa DSS-CovIDNet menggunakan konsep jaringan saraf convolutional (CNN) untuk membagi gambar sinar-X dada menjadi 3 kelompok (tiga kelompok).

Ketiga kelompok ini adalah pneumonia Covid-19, pneumonia non-Covid-19 dan paru-paru normal, dengan akurasi 98,44%.

“Keberadaan DSS-CovIDNet harus dapat membantu meningkatkan keandalan diagnosis dan mengurangi beban ahli radiologi dengan pekerjaan berat terkait dengan diagnosis dan tindak lanjut kasus Covid-19” pada Tribunnews Jumat (Mei 2020) 15) mengatakan dalam siaran pers yang diterima.

Ngomong-ngomong, Wakil Presiden UI untuk Penelitian dan Inovasi Abdul Haris mengatakan bahwa tingkat akurasi yang tinggi membuat alat ini menjadi lebih baik. Abdul berkata: “Kami juga membuka akses data di” Harapan “untuk mendorong partisipasi peneliti dalam pengembangan program. Ada tiga tim peneliti interdisipliner lain di UI yang menggunakan data radiologi buatan Deteksi Intelligent (AI) Covid-19 pneumonia.

“Para peneliti adalah tim peneliti Departemen Kedokteran AS Universitas Indonesia (FKUI) di Dr. Eric Daniel Tend dan Benny Zulk Di bawah kepemimpinan Dr. Benny Zulkwarnaen, dia bekerja seperti DELFT Imaging CAD4COVID.

Kemudian, Abdul menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Dr. Cleopas Martin Rumende dan Dr. Telly Kamelia, ada lagi tim peneliti FKUI yang mengembangkan algoritma pendeteksian.

“Kemudian tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI dipimpin oleh anggota tim Mirna Adriani dan Dina Chahyati dari AI Center Fasilkom UI) sampai pada kesimpulan bahwa Abdul.

Metode penggunaan kumpulan data open source dan deskripsi hasil antara dapat diunduh dari https://arxiv.org/abs/2005.04562.

Telah bekerja sama dengan staf Departemen Radiologi Rumah Sakit UI Fakultas Kedokteran UI (FKUI) , Mulai menggunakan data anonim dari pasien Indonesia untuk verifikasi (RSUI) dan Bagian Radiologi RS Cibinong.

Leave A Comment