Penggunaan senjata termoelektrik tidak berbahaya bagi kesehatan, demikian penjelasan praktisi kesehatan

2020-08-26

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Termometer merupakan alat pendeteksi suhu tubuh manusia. ) Menahan penyebaran virus korona (Covid-19).

Bagaimana cara kerjanya, yaitu mengarahkan perangkat ke dahi orang tersebut.

Selain itu, permukaan energi radiasi di dahi ditangkap oleh senapan panas. Kemudian, diubah menjadi energi listrik, dan angka suhu digital ditampilkan dalam derajat Celcius pada tampilan pistol suhu.

Sinar infra merah dari temperature gun sangat bersemangat dan diduga dapat merusak jaringan otak setelah terinfeksi virus Dalam percakapan dengan tuan rumah Helmy Yahya, kata ekonom Ikhsanuddin Noorsy. -Jadi, apakah penggunaan senjata termoelektrik berbahaya bagi kesehatan?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ph.D. Ari Fachrial Syam SpPD-KGEH MMB mengemukakan, thermogun aman karena sudah lolos uji kesehatan.

Bacaan: Seniman Detri Warmanto mengatakan sebelum menerima tes korona positif bahwa senjata termoelektrik tidak dapat digunakan sebagai referensi-Dr. Berkata: “Termometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X, sehingga tidak akan mempengaruhi sistem saraf atau kerusakan Retina. ”Ari mendapat keterangan tertulis melalui Tribunnews.com, Selasa (21/7/2020).

Bacaan: Dikabarkan Termometer Otak Rusak Juru Bicara Achmad Yurianto menjelaskan bahwa laser pada heat gun tidak berbahaya bagi otak.Namun, saat menggunakan heat gun disarankan untuk tidak langsung menyasarnya. Sejajarkan mata untuk menghindari kerusakan pada retina.

Dr. Ari juga merekomendasikan kalibrasi senjata termoelektrik setahun sekali untuk memastikan akurasi pembacaan tubuh. suhu. SAYA.

Leave A Comment