WHO menciptakan ventilator untuk pasien Covid-19: tidak perlu membeli di luar negeri

2020-10-18

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Universitas Indonesia (UI) memproduksi ventilator bernama COVENT-20 atau Covid Ventilator 2020. Ini dapat digunakan di rumah sakit rujukan untuk merawat pasien Covid-19 atau Corona positif. — Ventilator COVENT-20 yang dikembangkan oleh tim ventilasi Universitas Indonesia diumumkan Kementerian Kesehatan RI pada Senin, 15 Juni 2020, telah lolos uji klinis. Uji klinis telah selesai. Dilakukan dalam dua mode ventilasi: CMV (Continuous Forced Ventilation) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Baca: Perdana Menteri UI: Nanti bahan bakar fosil akan digantikan petrokimia — Hendri DS Budiono dari Fakultas Teknik UI mengatakan, biaya produksi COVENT-20 belum mencapai ratusan juta rupiah. Menurut dia, harga tersebut jauh lebih murah dibanding membeli ventilator di luar negeri.

Bacaan: Ventilator buatan UI sudah lolos uji klinis pada manusia dan siap didistribusikan untuk membantu pasien Covid-19 — “Ini harga artifisial, dan kami tidak mencari untung” karena untuk kemaslahatan manusia. Kami juga mencari donatur, saat ini ada 250 donatur. Biaya produksinya hanya Rp 25 juta. Hendry mengatakan kepada Tribun Network. – Proses pembuatan Covid-19 hanya memakan waktu 1,5 bulan. Prosesnya dibuat pada 20 Maret 2020, beberapa minggu setelah pemerintah mengumumkan pasien positif corona pertama di Indonesia. Indonesia membutuhkan 8.000. Ventilator, tapi di Indonesia saat itu hanya 2.200 ventilator. Berdasarkan hal tersebut, grup COVENT-20 mereka terdiri dari 20 orang, termasuk guru dan siswa IU, yang bergerak untuk membuat ventilator, itu memuaskan dan bermanfaat.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra 500 (Covent-20). Jika memungkinkan, saya akan puas dengan 8.000. Makanya tidak perlu beli (dari luar negeri), ”ujarnya.

70% komponen COVENT-20 berasal dari Indonesia. Selebihnya dari luar negeri, karena selain mengejar produk yang berkualitas, harganya juga tinggi. Harganya murah dan bisa dibeli dari luar negeri. COVENT-20 hasil kerjasama antara Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran UI. Ventilator produksi anak-anak di negeri ini punya banyak kelebihan.Harga murah 25 juta rupee.Jika melebihi ratusan juta. Kedua , Pakai lithium atau batere. Ketiga, karena pakai chip, pintar-pintar, ”kata Hendri. “COVENT-20 sudah teruji secara klinis pada manusia. Terbagi dalam dua fase. Fase pertama adalah uji klinis mode ventilasi CPAP untuk pasien dewasa yang menerima perawatan CPAP. Selama Mei 2020, Administrasi Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo RS dan IGD Intalasi RS Universitas Indonesia untuk perawatan. — 3 Juni telah dilakukan uji klinis mode ventilasi CMV di Pusat Simulasi Pernapasan RS Pusat Persahabatan, 2020. “Hasil uji klinis ini membuktikan, Cowen Kedua fungsi Special 20 ini dapat bekerja dengan baik, dan direkomendasikan untuk digunakan dalam manajemen pasien. Kata Hendri.

Baca: Daftar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia 2020: UGM Peringkat Pertama, UI untuk PTN Peringkat Kedua

Ventilator Lokal Ini Dapat Memberikan Ventilasi Tekanan Positif dalam Mode CMV Sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pasien untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernafas dan perlu dikendalikan oleh mesin (time triggered), sedangkan mode CPAP dapat membantu mengantarkan oksigen kepada pasien yang masih terjaga dan bernafas secara spontan.

Dengan uji klinis ini Sementara itu, tim ventilator UI saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 200 unit, dan produk ini akan dialokasikan untuk RS rujukan dan RS darurat Covid-19. Di bawah koordinasi Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) Beberapa mitra industri menggunakan dana dari berbagai perusahaan dan hasil penggalangan dana komunitas.

Leave A Comment