Kartono Mohamad, mantan ketua Asosiasi Dokter Indonesia, meninggal dunia

2020-07-08

Reporter Tribunnews.com, laporan Apfia Tioconnny Billy – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – mantan ketua Asosiasi Medis Indonesia (IDI). Kartono Muhamad meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah di Jakarta selatan pada Selasa (28/4/2020) siang.

Almarhum menjabat sebagai presiden IDI dua kali, terutama pada 1985-1988 dan 1991-1994.

Dr Halik Malik, Ph.D dalam deskripsi keluarga yang diperoleh dari Public Relations IDi dari Tribunnews.com. Kartono tidak mati karena virus korona (covid-19).

Keluarga mematuhi perjanjian pemakaman selama pandemi virus korona, sehingga orang tua diminta untuk berdoa tanpa mengucapkan doa. Hartema Wigati (istri) dan Goenawan Mohammed (saudara perempuan) menyatakan dalam pidato Dr. Halik pada Selasa (04/04): “Kami berharap untuk menghormati protokol dan menjauh dari kami. Kami percaya bahwa yang mati juga akan Saya menghargai ini. “28/2020).

Baca: Kisah Krisnawati, seorang pengemudi Ojol yang tampan, yang terluka oleh seorang pelanggan pria

Dr Halik memberi tahu Presiden IDI sebelum kematiannya. Daeng Faqih dan pejabat IDI mengunjungi Dr Kartono Mohamad di rumah sakit. Stroke, bolak-balik ke rumah sakit untuk perawatan. “” Presiden IDI PB dan staf perawat telah melihat Dr. Kartono di rumah sakit sebelum ia dirawat karena stroke. Pondok Indah, “kata Dr. Halic-reading: Ika Dewi yang cantik sangat ingin menjadi pengemudi sukarela dari tubuh Covid-19 tanpa persetujuan orang tuanya – Kartono ) Ph.D adalah dokter medis besar terakhir di samudera, saat menjabat sebagai ketua IDI, ia menyusun gagasan untuk membentuk Komite Kehormatan Etika Medis Indonesia (MKEKI).

Leave A Comment