Tubagus Rachmat Sentika menyarankan Menteri Kesehatan untuk memimpin perang melawan gangguan makan

2020-07-08

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Upaya untuk mengurangi jumlah keterlambatan pembangunan telah menarik perhatian pemerintah, dan berbagai pejabat pemerintah juga sangat menyatakan dukungan mereka untuk mengurangi jumlah keterlambatan pembangunan.

Dalam serangkaian kegiatan peringatan Kantor Berita Nasional, komite HPN juga mengadakan seminar dengan tema mengurangi stunting pada akhir pekan 2020 (HPN), termasuk Menteri Pembangunan Manusia dan Koordinasi Budaya (Menko PMK) ) Tunjukkan masa depan 2045.

Pejabat lain, seperti Kementerian Dalam Negeri, telah memberikan dukungan serupa. Menteri Pedesaan dan Menteri Rentan Tito Canavian mengejek Abdul Halim Iskandar .

Pengamat Kesehatan, aktivis, Badan Dirgantara Massachusetts, Dr. Tubagus Rachmat Sentika, yang menjabat sebagai Kementerian Kesehatan Wakil menteri. o Menteri Koordinasi PMK 2014-2016 menyatakan penghargaan atas tekad pemerintah untuk mengurangi stunting. Namun, Rachmat mengkritik kurangnya infrastruktur regulasi di Kementerian Kesehatan karena gagal mengatasi masalah stunting secara keseluruhan.

Menurut Rachmat Sentika, meskipun Departemen Kesehatan telah menerbitkan Permenkes pada tanggal 29 Februari 2019, aturan prosedural untuk kekurangan gizi yang disebabkan oleh penyakit, implementasinya masih Tidak lancar. “Peraturan tersebut dengan jelas menetapkan bahwa pengerdilan harus dipantau dan dideteksi melalui pekerjaan kesehatan masyarakat (UKM). Selain itu, jika kekurangan gizi terbukti kekurangan gizi, kekurangan gizi, kelangsingan, alergi atau masalah medis lainnya, perawatan medis khusus harus diberikan Makanan Khusus (PKMK), “jelas Rachmat, Senin (10 Oktober 2020).

PKMK adalah minuman dengan kalori 100 dan 150. Nutrisi mengandung unsur-unsur makanan dalam bentuk asam amino, glukosa, asam lemak dan mikronutrien. Basis bukti ini sangat cocok untuk kekurangan gizi pada anak di bawah usia dua tahun dengan studi penyakit-Intervensi berikut yang dilakukan oleh Profesor Damayanti dari RSCM di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2018 Ini menunjukkan bahwa jumlah anak-anak kurang gizi / kurang gizi meningkat secara signifikan setelah menerima dua bulan perawatan PKMK.Rachmat Sentika menambahkan bahwa semua Puskesmas dan rumah sakit harus menyediakan anggaran PKMK selain anggaran PMT untuk mengatasi kemungkinan Gangguan gizi mempengaruhi stunting.

Leave A Comment