Autoimunitas, penyebabnya adalah masalah lingkungan dan gaya hidup utama, bukan faktor genetik

2020-10-19

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Penyakit autoimun atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh sistem imun yang menyerang tubuh manusia bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor.

Dr. Nurul Iman Nilam mengatakan bahwa autoimunitas paling mudah dipicu oleh masalah lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Misal, melakukan banyak aktivitas di tempat dengan polusi tinggi, merokok atau terpapar asap rokok, masalah minum. — “Faktor lingkungan, racun, bakteri, virus, parasit dan gaya hidup juga bisa memicu autoimun asap rokok, konsumsi alkohol, dll.” Nurul dan Radio Kesehatan disiarkan langsung, Rabu (22/7/2020) .- — Membaca: Apa artinya autoimunitas? Inilah arti dan penjelasannya-autoimunitas bisa juga disebabkan oleh faktor genetik atau genetik, tetapi risikonya lebih kecil dari faktor lingkungan dan gaya hidup.

“Ada pengaruh genetik tertentu, tapi yang penting lingkungan mempengaruhi autoimunitas, jadi ini bukan ibu autoimun. Ini akan mengurangi autoimunitas, kata Dr. Nurul.

Penyakit autoimun juga bisa terjadi di otak. , Tulang, Otot, Kulit, Paru-paru, Sistem Syaraf, Saluran Pencernaan dan Organ Lainnya, Dari Ginjal Hingga Darah.

Baca: Qory Sandioriva Puteri Indonesia 2009 Berduka, Ibunya Meninggal Karena Penyakit Autoimun

Karena Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia, sehingga terdapat ratusan penyakit autoimun, dan yang paling populer diketahui masyarakat adalah lupus. -Beberapa gejala khas penyakit autoimun adalah demam yang berlangsung selama dua minggu, berfluktuasi, dan nyeri sendi. , Rambut rontok, nyeri badan, dan sariawan tidak bisa disembuhkan. ”Penurunan berat badan dan ruam, terutama bercak wajah berbentuk kupu-kupu di bawah mata juga merupakan tanda-tanda autoimunitas. », Ringkasan Ph.D. Nuru

Leave A Comment