Sakit kepala pada anak tidak bisa dihilangkan, apalagi bila disertai rasa sakit dan muntah

2020-10-21

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sakit kepala berupa nyeri atau pusing bisa terjadi pada anak kecil, bahkan bisa terjadi pada anak di bawah usia dua tahun. Ahli saraf anak. Lies Dewi Nurmalia, Sp (A) k menjelaskan bahwa 6% sakit kepala anak disebabkan oleh struktur otak yang tidak normal, dan 94% sisanya disebabkan oleh aktivitas pembuluh darah di otak.

Jika kepala dokter tidak memiliki riwayat kesehatan yang tidak normal. Kebohongan mengatakan dia tidak terlalu khawatir.

Namun, harus ada tanda peringatan agar orang tua segera membawa anaknya ke rumah sakit.

Tanda pertama sakit kepala, akan membuat anak tidur nyenyak, jika anak di bawah dua tahun yang masih belum bisa berbicara akan terus menangis.

Baca: Puluhan Warga Sakit Akibat Mual, Pusing dan Muntah, Diduga Keracunan Usai Makan Pernikahan

Bacaan: Anak-anak Terlalu Lama Menatap Layar Gadget, Dr. Lie Berbicara IDAI mengatakan saat tinggal bersama: “Waspada sakit kepala. Ini trik untuk mengatasinya.” “Lihat apakah kamu merasa begitu sakit sehingga membangunkan anakmu dari malam. Kamu bisa segera mencari pertolongan medis.”, Selasa (7) /7/2020).

Lalu, jika sakit kepala dibarengi dengan muntah, bahkan jika kepala anak terbentur karena sakit parah, sebaiknya periksakan ke dokter. Perhatikan ritme nyeri, artinya jika jumlah muntah berkurang lebih banyak, misalnya muntah pertama adalah istirahat dua jam, muntah berikutnya selisih satu jam, dan muntah berikutnya lebih pendek.

“Jika Anda muntah di pagi hari, tetapi Anda pernah mengalami mual dan sakit kepala sebelumnya, Anda hanya perlu memeriksanya.” Berbohong

— seorang anak dengan sakit kepala dan panggilan tidak terjawab, Jika matanya kabur atau anak lemah, ia harus segera dibawa ke rumah sakit.

Leave A Comment