Mengatasi depresi pascapartum

2020-10-23

TRIBUNNEWS.COM-Tiga bulan pertama setelah melahirkan merupakan masa yang sulit bagi para ibu.

Selain risiko tinggi melahirkan, masalah tersebut tidak teratasi hingga bayi lahir. 40% wanita merasa depresi setelah mengalami depresi. Melahirkan disebut depresi bayi.

Depresi bayi adalah kondisi perubahan suasana hati pada ibu baru. Seringkali ada perasaan bingung, tidak berdaya, ketidakmampuan untuk merawat anak kecil Anda, kesepian, keterasingan dan mudah tersinggung.

Baby blues terutama disebabkan oleh perubahan hormonal Kadar prolaktin dan prolaktin (hormon yang membentuk ASI) meningkat. Keadaan ini akan menyebabkan depresi.

Faktor lain yang memicu depresi pada bayi adalah kurangnya persiapan fisik dan psikologis dalam mempertahankan menjadi ibu baru. Kecemasan dan depresi dalam beberapa minggu pertama. Setelah pengiriman.

Membaca: Beberapa orang percaya bahwa mereka akan disegarkan. Dari segi medis, bagaimana menurut Anda?

Bacaan: Serangan stroke dapat diprediksi

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan mempengaruhi tidak hanya ibu, tetapi juga bayi dengan gangguan perkembangan sosial, emosional dan kognitif. –Hasil ini berasal dari survei terhadap 1.229 wanita.

Survei juga menemukan bahwa 63% ibu baru peduli tentang kebahagiaan sama seperti mereka peduli dengan bayi.

Baca: Apakah penderita diabetes dianjurkan untuk tidak minum alkohol dan berolahraga?

Leave A Comment