Ada 3,2 juta anak perokok saat ini, dan Bappenas memperkirakan pada tahun 2030

2020-10-24

Laporan reporter Tribunnews.com Rina Ayu-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Perokok usia muda Indonesia diperkirakan akan meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2030, diperkirakan jumlah anak perokok usia 10-20 tahun di Indonesia akan mencapai 16%. 9/2020) .

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka merokok penduduk usia 10 tahun naik dari 28,8% pada 2013 menjadi 29,3% pada 2018 .: Pengamat Indonesia harus terus menyederhanakan tarif pajak konsumsi rokok– –Saat ini, merokok bukan hanya menjadi masalah bagi orang dewasa, tetapi juga lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja.Penduduk usia 10-18 tahun meningkat sebesar 1,9% (7,2% “menurut Riskesda) hingga 2018 (9,1%) dari tahun 2013 “Kata Puti. Boeing 777 akan mengangkut sekitar 3,2 juta perokok anak-anak. Artinya, banyak anak kita yang merokok, yang akan berdampak pada bonus demografi di tahun 2030, ”ujar Lisda. “Kecanduan dimulai dengan coba-coba dan kemudian menjadi bagian dari nikotin dan kecanduan. Dia berkata:“ Kecanduan narkoba sama dengan kecanduan narkoba. “— Lisda percaya bahwa semakin muda anak mulai merokok, semakin kuat kecanduannya dan semakin sulit untuk berhenti merokok. -Harap dicatat bahwa bonus demografis pada tahun 2030 adalah pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh jumlah penduduk usia subur (16-64) , Kelompok usia ini melebihi anak-anak dan remaja.

Leave A Comment