Untuk menekan biaya produksi, Renault akan memberhentikan 5.000 karyawan pada tahun 2024

2020-10-30

TRIBUNNEWS.COM-Produsen mobil Prancis Renault akan mengumumkan rencananya untuk memberhentikan 5.000 karyawan pada tahun 2024. -Reuters (Jakarta) mengatakan pada Rabu (27 Mei 2020) bahwa langkah tersebut telah dilakukan agar perseroan dapat menghemat output perseroan hingga 2,2 miliar dolar AS atau sekitar 32,34 miliar rupiah (kurs Rp 14.700).

Sebelumnya, “Harian Lokal” Le Figaro melaporkan. Ancaman Bangkrut Akibat Pandemi Corona-Baca: Pendaki Renault Tiba di Indonesia, Harga Mulai Rp 149 Juta-Baca: Menghadapi Pandemi, Rencana Majelis Renault Triber untuk Warga Rendah MPV di Indonesia Masih Dalam perkembangannya -dalam laman resminya, Fijaro mengabarkan bahwa dia tidak akan langsung memberhentikannya. -Renault tidak mau memberikan komentar kepada Reuters setelah dikonfirmasi oleh Reuters. — Saat ini, Renault masih menunggu penyelesaian pinjaman pemerintah. Rencana 5 miliar euro.

Namun, penerbitan pinjaman masih dibahas antara manajemen dan serikat pekerja tentang ketenagakerjaan dan pabrik di Prancis.

Sebelumnya, menurut laporan, Renault Cars memiliki sekitar 48.500 pekerja. Prancis akan mengumumkan PHK dan menutup pabrik pada 2019 untuk menghemat uang.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron (Emmanuel Macron) Ia juga mengumumkan rencana anggaran sebesar 8 miliar euro untuk menjadikan Prancis sebagai salah satu negara produsen utama, serta mendesak produsen mobil roda empat Prancis untuk melakukan produksi dalam negeri. .

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Renault Akan PHK 5.000 Karyawan di 2024”

Leave A Comment