Daihatsu menunggu detail aturan PSBB di DKI Jakarta

2020-10-31

Reporter Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menerapkan pembatasan sosial skala besar jilid kedua pada Senin (14 September 2020). Menanggapi hal tersebut, Hendrayadi Lastiyoso, Head of Marketing and Customer Relation PT Astra International Daihatsu Sales and Operations (AI-DSO), mengatakan pihaknya mendukung semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. -Dafa senantiasa mendukung dan mendukung keputusan pemerintah pusat pada prinsipnya. Oleh karena itu, jika PSBB kita restart pada hari senin tentu akan kita dukung, karena apapun keputusan yang diambil, setelah dilakukan pertimbangan yang matang maka perhitungannya dianggap yang terbaik. (09/11/2020). -Tentang pengoperasian gerai Daihatsu, bagaimana Hendradi mengatakan ke depan masih menunggu peraturan Gubernur DKI Jakarta yang baru. -Baca: Kasus Baru Covid -19 Meningkat, Dafa Perkuat Kesepakatan Kesehatan dengan Tiga Pabrik-Dafa Belajar dari Tahap Pertama PSBB bahwa hanya bengkel yang bisa beroperasi dengan izin atau izin industri dari Kementerian Perindustrian Dan Industrial Mobile (IOMKI). Masih disahkan oleh Pemprov DKI, bengkel kami akan tetap berfungsi, tapi seperti sebelumnya hanya 50%, dan showroom mungkin tidak berfungsi, dan kantor mungkin tidak berfungsi. , Dan kemudian kami akan mengikuti dan mengikuti aturan. Hendrayadi menjelaskan.

Baca: PSBB Jakarta, Aprindo mewajibkan ritel modern dan mal tetap buka

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menambahkan pihaknya ingin mengetahui PSBB No. Detail jilid kedua.

“Kami ingin tahu lebih jelas apa itu nama pengetatan itu dan akan dilaksanakan sesuai keputusan Pak Anies. Sampai hari ini kami belum menerimanya, kami masih belum tahu. Oleh karena itu, kami belum bisa mengambil keputusan dan masih menunggu “, jelas Amel.

Kantor Dafa telah mengurangi kegiatan dengan membagi tim merah dan hijau menjadi dua tim.

Tim merah akan masuk Kami bekerja di kantor selama seminggu, dan di minggu kedua kami akan bekerja di rumah, dan sebagai gantinya membentuk tim hijau di kantor.

“Pada dasarnya, kami menyelesaikan 50% pekerjaan melalui jarak fisik. Kalau itu belum cukup, kami juga ingin tahu. Kami juga telah menggunakan aplikasi, dan semua karyawan Daihatsu perlu menginstal aplikasi. Oleh karena itu, saat saya bersama orang lain, aplikasi akan segera berdering untuk memperingatkan saya bahwa jarak dari orang lain itu berbahaya. Aplikasinya bisa mengikuti saya kemana saja, saya bisa ketemu siapa saja, dan semuanya disiapkan oleh Daihatsu, ‚ÄĚtambah Amel.

Leave A Comment