Pengamat: Berbicara tentang tol masuk sepeda jalan raya yang dapat membahayakan keselamatan

2020-10-31

Reporter Tribunnews.com Jakarta, Reynas Abdila melaporkan – Pengamat lalu lintas Darmaningtyas yakin komentar soal izin masuknya sepeda jalan raya ke jalur tol harus ditinjau lebih cermat. Dia mengatakan kepada Tribunnews, Kamis 27 Agustus 2020 kecepatannya 60 km / jam dan kecepatan tertinggi 80 km / jam. Kerucut lalu lintas terbatas.

“Jika tidak ada isolasi fisik, karena kedisiplinan pengguna jalan tol masih sangat rendah maka pengendara sepeda akan sangat rawan,” kata Damanintias. Memasuki stasiun tol Jakarta-Gubernur DKI Anies Baswedan (Anies Baswedan) sebelumnya telah mengajukan permintaan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menggunakan ruas tol lingkar dalam bagi pengendara sepeda. Disebutkan, per 11 Agustus 2020 jumlah pesepeda akan bertambah setiap minggunya.

Baca: Politisi PDIP Usulkan Sepeda Ubah Cara Pengisian Soal

Rekor Tertinggi Minggu Ketujuh Tahun 2020 atau 20-26 Juli, Kapasitas Maksimal 82.380 Sepeda tangan.

Dari minggu pertama hingga minggu ketujuh, jumlah rata-rata pengendara sepeda meningkat 15%.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah menyetujui penggunaan jalan tol di Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) seksi 1. Sebelah barat terdapat jalur sepeda yang tersedia mulai pukul 06.00 hingga 09.00 Pukul 00.00 untuk menampung pengendara sepeda. Polda Metro Jaya Kementerian Perhubungan masih menunggu peninjauan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait penggunaan jalan tol perkotaan untuk sepeda jalan raya.

“Kita tunggu Kementerian PUPR Persetujuan atau persetujuan. itu tidak benar. Ini penting karena dianggap berbahaya. Sambodo mengaku enggan mengomentari pidatonya terlebih dahulu, hingga ternyata ia menyimpulkan: “Kami akan melakukan penelitian dan investigasi dulu.”

Leave A Comment