Berbeda dengan kompetitornya, Honda lebih memilih city car sebagai model kendaraan listrik pertama

2020-11-03

Wartawan Tribunnews.com memberitakan Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banyak pabrikan otomotif yang memilih mobil dan SUV sebagai mobil listrik pertamanya. Misalnya model mobil listrik Tesla, model SUV elektrik Audi dan Hyundai.

Berbeda dari Honda. Produsen mobil asal Jepang tersebut memutuskan untuk memproduksi mobil listrik pertamanya dalam bentuk city car yang diberi nama Honda e. Honda e yang dirilis di Eropa awal bulan ini memiliki kapasitas baterai sekitar setengah dari Tesla Model 3 dan hanya dapat menempuh jarak hingga 280 kilometer. Kapanpun baterai terisi penuh.

Mobil listrik milik Tesla, Audi, dan Hyundai dapat menempuh jarak rata-rata 570 kilometer dengan sekali pengisian daya.

Baca: Catatan: Nissan meluncurkan e-POWER 2 di Indonesia pada September.

Mahalnya harga baterai membuat pabrikan mobil listrik atau mobil listrik akhirnya memutuskan untuk memproduksi model yang lebih besar dan serbaguna dengan harga tinggi.

Kepala teknisi Honda e Tomofumi Ichinose mengatakan bahwa sebagian besar mobil listrik menggunakan baterai berkapasitas besar, tetapi biasanya tidak menggunakan banyak kapasitas saat berkeliling kota. – “European Automotive News” pada Jumat (28/8/2020) mengutip perkataan Ichinose: “Kami menanyakan apakah kendaraan yang lebih besar cocok untuk daerah perkotaan, dan percaya bahwa kendaraan yang lebih kecil adalah pilihan yang lebih baik untuk kota.” Desainnya mengingatkan pada model klasik Honda N360 dan N600 tahun 1960-an.

Honda e dua pintu adalah city car kelas atas, dengan harga sekitar 33.000 euro (sekitar 575 juta rupiah), lebih tinggi dari model lapang. Berkendara jarak jauh dengan Renault Zoe semakin dipromosikan.

Insinyur Honda mengutamakan pengoperasian yang presisi sehingga dapat dengan mudah berbelok di jalan yang sempit.

Kaca spion samping telah diganti dengan penglihatan internal untuk mencegah benturan dan goresan saat parkir. — Model ini hanya akan dijual di Eropa dan Jepang pada akhir Oktober 2020. Honda mengharapkan untuk menjual hanya sekitar 10.000 kendaraan setahun di Eropa dan 1.000 kendaraan di Jepang.

Leave A Comment