YLKI: Bahan bakar tidak cocok untuk polusi udara

2020-11-09

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-CEO Harian Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan faktor polusi udara terbesar adalah transportasi darat. Transportasi merupakan penyebab terbesar pencemaran udara, karena bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan tidak sesuai untuk konsumsi kendaraan dan akan menyebabkan kemacetan lalu lintas.

“Bahan bakar yang tidak sesuai untuk kendaraan bermotor akan berdampak pada pencemaran lingkungan kita, terutama pencemaran udara,” kata Toulouse dalam diskusi online, Jumat (24 Juli 2020).

Konsumen yang menggunakan bahan bakar yang tidak tepat ini, lanjut Toulouse, tanpa disadari mereka merusak lingkungannya karena mobil mereka menghasilkan emisi yang tinggi. Gas buang.

Baca: Pompa Bahan Bakar Komponen Bermasalah, Mobil Honda, Total Ada 85.025 Mobil

Toulouse mencontohkan, jika mobil era 2000-an tidak menggunakan bahan bakar layak seperti RON 92, akan mengeluarkan bensin Emisi yang mencemari udara. — “Kami menentang bac. Kualitas udara telah menyebabkan masalah penyakit tidak menular dengan alasan penggunaan bahan bakar dan polusi udara yang tidak tepat. Tulus merupakan 60% dari penyakit tidak menular, seperti gagal ginjal dan stroke. Pemicunya adalah kualitas udara yang buruk. “Karena kualitas udaranya kurang bagus,” kata Toulouse. -Baca: Pengamat: Sudah Waktunya Warga Jakarta Pakai Bahan Bakar Standar Euro 4-Karenanya, konsumen juga harus sangat mewaspadai penggunaan BBM di kendaraannya. ”Karena masyarakat yakin pasti Tidak bisakah Tuluz mengatakan: “Pisahkan dari mobil, ke kantor, ke sekolah.” — Kesadaran konsumen dalam menggunakan bahan bakar yang benar dapat mengurangi polusi udara akibat pembakaran mobil.

Leave A Comment