Gakindo mengatakan ketika pajak kendaraan dikurangi menjadi nol,

2020-11-11

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Industri otomotif merupakan salah satu industri yang banyak terdampak pandemi Covid-19.

Kementerian Perindustrian juga mengusulkan beberapa strategi agar bisa dihidupkan kembali.

Salah satu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Agus Gumiwang Kartasasmita) mengajukan proposal penurunan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 0% kepada Kementerian Keuangan.

Beberapa partai politik percaya bahwa langkah pengurangan pajak tanpa pajak ini dapat secara efektif meningkatkan pendapatan masyarakat. Daya Beli .

Baca: Bebas Bea, Harga Baru SUV Murah Indonesia, Cuma Rp 100 Jutaan Daftar Daftar

Baca: Respon Industri Otomotif Terhadap Tarif Pajak Nihil Atas Pembelian Mobil Baru-Pun demikian, Industri Otomotif Indonesia Asosiasi (Gaikindo) meyakini peningkatan daya beli akan bergantung pada fleksibilitas yang diberikan pemerintah.

Presiden I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan peningkatan daya beli tidak hanya akan P dan KB saja.

“Tergantung besaran pemotongan pajak yang bisa diberikan,” kata Jongkie kepada Kompas.com belum lama ini. Ada PPN, lalu pajak penjualan barang mewah (PPnBM), biaya kepemilikan kendaraan bermotor (BBNKB) dan PKB, ”ujarnya. Usulan tersebut tidak hanya mengurangi PKB, tetapi juga mengurangi pajak tersebut di atas.

Semoga meningkatkan pembelian mobil baru Kepentingan publik berdampak pada industri turunannya. — Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tanggapan Gaikindo Terhadap Relaksasi Pajak Kendaraan Nol”.

Leave A Comment