Di hari pertama aksi aneh di Jakarta itu, 1.062 atlet ditangkap polisi

2020-12-03

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polda Metro Jaya mulai menindak pengendara yang melanggar kebijakan bernomor genap pada Senin (10 Oktober 2020). Polisi mengejar ribuan mobil secara total. –Sambodo menjelaskan, ada dua cara agen di lokasi untuk menyeberang. Ia menyimpulkan bahwa, antara lain, ada pengawal manual dari staf dan tindakan yang dilakukan melalui kamera ETLE.

“Termasuk 619 tiket manual dan 443 tiket E-TLE”. Bahkan akan berlaku pada hari Senin (8 Agustus 2020). Saat kebijakan sosialisasi dimulai pekan lalu, pengemudi dihimbau untuk mematuhi aturan tersebut. Petugas itu kemudian punya dua cara. Ini termasuk sistem pemilihan langsung atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Baca: Pemprov DKI memberlakukan persyaratan 24 jam paritas di semua ruas jalan di Jakarta

“Anggota dapat beroperasi di lokasi secara manual dengan dua cara, atau menggunakan ETLE atau kamera elektronik. Untuk setiap entri Untuk poin di wilayah paritas, kami akan tetapkan anggota, “kata Sambodo di Jakarta, Kamis (6/8/2020). — -Untuk tiket ETLE, Sambodo menyebut polisi memasang 45 kamera ETLE pada 13 dari 13 dari 25 ruas genap DKI Jakarta. Ia menjelaskan: “Sekitar 13 rute zona paritas telah dilengkapi dengan kamera ETLE. Ada 45 kamera di zona tersebut saat itu. Oleh karena itu, tidak hanya mengandalkan anggota di tempat, pengawasan kami juga lebih baik.” — Selain itu, Sambodo mengatakan, dia Parpol akan mengirimkan 125 orang untuk bekerja setiap hari. “Ada tim khusus untuk mengawasi 25 lajur skala wilayah. Kami mengerahkan sekitar 125 orang setiap hari, hanya untuk mengawasi kawasan aneh ini,” pungkasnya.

Leave A Comment