Kendaraan yang paling laris berada di blok STNK, berikut alasannya dan cara mengelolanya secara online

2020-12-11

TRIBUNNEWS.COM-Banyak pemilik mobil yang tidak langsung memblokir Kartu Tanda Penduduk (STNK) setelah dijual.

Pasalnya, masih banyak orang yang menganggap proses ini sangat rumit, dan tidak ada waktu untuk berurusan dengan kantor sistem manajemen satu atap (Samsat) di sini.

Dikutip Kompas.com Kendaraan yang melarang STNK berpindah tangan memiliki kelebihan tersendiri.

Baca: Jika Ada Pajak 0%, Berapa Harga Honda Jazz dan Toyota Yaris?

Baca: Daftar Harga Mobil Hatchback, Jika Pajak Mobil Baru Dikurangi Dana 150 Juta, Bakal Dapat Honda Jazz-Khususnya di Daerah-daerah dengan Peraturan Pajak Progresif Mobil, Seperti DKI Jakarta. Herlina Ayu dari Bagian Humas Bapenda menjelaskan, pemblokiran STNK memiliki keuntungan tersendiri, yakni terhindar dari pajak progresif saat membeli mobil baru di kemudian hari. — “Manfaat pertama, pemilik mobil terhindar dari pajak progresif yang sudah diberlakukan,” kata Herlina kepada Kompas.com belum lama ini.

Berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 tentang Provinsi DKI, peraturan ini merupakan perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Progresif Pajak Orang Pribadi atas Barang. Peraturan ini mengatur bahwa tarif pajak agresif berlaku untuk Pemilik kendaraan dengan nama dan alamat yang sama.

Berikut ini adalah grading tarif pajak wilayah DKI Jakarta Mengenai Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015:

Pajak kendaraan pertama sebesar 2%.

Leave A Comment