Bandung Trail Adventure World Association mengambil arah baru

2020-12-12

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Usai rapat keanggotaan Trabas yang digelar di Gedung Senbik Bandung pada 16 September 2020, komunitas pecinta sepeda gunung yang tergabung dalam Bandung Trail Trail Adventure Association (Trabas) kini resmi memiliki struktur kepengurusan baru. Setelah peluncuran resmi kendaraan off-road pertama di Indonesia, H.Li Teguh Pribadi terpilih sebagai presiden umum Trabas dari tahun 2020 hingga 2023 secara aklamasi.

Periode Trabas dari tahun 2020 hingga 2023 Pemerintahan baru secara resmi dilantik pada Jumat, 13 November 2020 di Hotel Grand Serera Bandung.

“Ke arah ini, saya tidak hanya mendapat bantuan dari anggota senior, tetapi juga melibatkan generasi muda dalam kebangkitan masa depan,” ujar H Rio Teguh yang juga Ketua IMI Jabar 2012. 2016 .

Lihat juga: Harley Davidson Club Komunitas Indonesia mengimbau anggotanya untuk mematuhi semua aturan saat bepergian

Dia mengatakan bahwa setelah menyesuaikan kebutuhan Trabas saat ini, struktur organisasi Kepengur disarankan untuk lebih spesifik dan harus dibuat lebih spesifik. Semangat dan vitalitas. Bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.

Baca juga: Untuk Merestorasi Kawasan Wisata Dieng, Komunitas Honda BR-V Be One Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

Di bawah kepemimpinannya, Rio Tinto menyatakan akan memungkinkan Trabas memiliki Memiliki sumber pendapatan sendiri, mengembangkan kegiatan yang lebih menarik bagi anggota dan komunitas sepeda gunung.

Trabas sedang bermasalah, didirikan pada tanggal 15 September 1995 oleh 5 orang pionir yang kesemuanya merupakan pecinta motor sport. Mereka adalah Jerry Sigit (Jerry Snake), Soebhan MD (Hans Modja), Ivan Sumeka (Ableh), Aria Kami Jaya (almarhum) dan Adi Siswandi (almarhum). , Dan daerah lain di Indonesia, bahkan di luar negeri.

Siaran pers dari Trabas kepada Tribunnews, Senin (16 November 2020) menyebutkan bahwa Trabas merupakan komunitas percontohan pertama yang memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota baru (Diklat Trabas) ).

Sepuluh generasi anggota telah menguasai pengetahuan tentang cara bermain sepeda gunung, yang aman bagi anggotanya, lingkungan, dan komunitas.

Konon Trabas bukan hanya komunitas off-road, tidak hanya hobi bersepeda gunung, tapi juga memelihara lingkungan, membantu melindungi hutan atau suaka permainan

Selama ini Trabas juga membantu korban bencana alam , Masyarakat pegunungan dan kerjasama dengan pemerintah, terutama kerjasama saya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Aktivitas rutin Trab sejauh ini termasuk “Free Trabaz”, “Endurance Race” dan “Wulin Together”.

Leave A Comment