Mobil Terlaris Diblokir STNK, Berikut Alasan dan Cara Mengelolanya Secara Online

2020-12-20

TRIBUNNEWS.COM-Banyak pemilik mobil yang tidak langsung memblokir Tanda Nomor Kendaraan (STNK) miliknya setelah dijual.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang menganggap proses ini berbelit-belit dan tidak sempat berurusan dengan perkantoran sistem manajemen satu atap (Samsat).

Dikutip Kompas.com Kendaraan yang melarang STNK berpindah tangan memiliki kelebihan tersendiri.

Baca: Jika Ada Pajak 0%, Berapa Harga Honda Jazz dan Toyota Yaris?

Baca: Daftar Harga Mobil Hatchback, Jika Pajak Mobil Baru Dikurangi 150 Juta, Bakal Dapat Honda Jazz-Apalagi di Daerah-Daerah Dengan Pajak Mobil Progresif, Seperti DKI Jakarta.

Herlina Ayu dari Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta menjelaskan, pemblokiran STNK memiliki kelebihan tersendiri, yakni jika nanti membeli mobil baru bisa terhindar dari pajak progresif. Herlina baru-baru ini mengatakan kepada Kompas.com.

Berdasarkan Perda No.2 Provinsi DKI Jakarta 2015, Perpres ini menyangkut amandemen Perda Nomor 8 Tahun 2010, menyangkut pajak kendaraan bermotor dan besaran pajak progresif pribadi yang dikenakan atas harta benda. Dalam peraturan tersebut ditetapkan bahwa tarif pajak ssif berlaku bagi pemilik kendaraan dengan nama dan alamat yang sama.

Berikut tarif pajak DKI Jakarta menurut Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta 2015 No.2:

– Pajak kendaraan pertama adalah 2%.

Leave A Comment