Kontraktor transportasi yang menuntut pembatasan penumpang menghadapi ancaman pencabutan izin usaha

2020-12-23

Liputan Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Usai Polda DKI memperketat PSBB, dinas manajemen lalu lintas Polda Metro Jaya mengancam akan membatalkan izin penyelenggaraan angkutan umum yang tidak sesuai dengan pembatasan lalu lintas, dan kapasitas penumpang tidak boleh melebihi 50%. Tim Bom Lalu Lintas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, angkutan umum yang direncanakan bisa berupa minibus, chais, dan taksi. Dia mengatakan, pengemudi didesak untuk memberlakukan pembatasan angkutan penumpang.

Jika terjadi pelanggaran, polisi tidak akan mengenakan denda kepada pengemudi. Menurut Sambodo, polisi memberikan sanksi kepada pelaku usaha.

“Di Pergub 79, sanksi tidak ditujukan kepada pengemudi, tetapi sanksi kepada pelaku niaga. Artinya pemilik kendaraan,” kata Sambodo. Kepada wartawan, Rabu (23/9/2020) .

Baca: Angkutan umum dan taksi dengan penumpang lebih dari 50% akan dipaksa menyerah

Disebutkan polisi akan selalu mentolerir pelanggaran pertama Berikan hukuman tertulis. Namun, pada pelanggaran berikutnya, polisi akan mengenakan denda mulai dari ribuan hingga ratusan juta rupiah kepada pelaku usaha.

Baca: Sepekan Terakhir PSBB, Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Turun 22%, atau 83% – “Kalau Pelanggaran Pertama Kali Akan Keluar Teguran Tertulis. Kalau Terjadi Lagi Bisa Denda 50 Juta Denda rupee, pelanggaran berikutnya Rs 100 juta, lalu denda ketiga dan keempat Rs 150. Jutaan rupee, ”jelasnya. Pencabutan izin usaha akan dikenakan denda.

“Jika dendanya tidak dibayarkan, pemerintah (dalam hal ini, Pemprov DKI berhak mencabut izin usaha. Ini kami lakukan agar dia menyimpulkan.” Hindari munculnya kelompok baru di angkutan umum. “- Sebelumnya, Dinas Manajemen Lalu Lintas Polda Metro Jaya meninggalkan Bajaj, minibus dan taksi yang tidak mengikuti aturan. Angkutan penumpang dibatasi hingga 50%. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama masa pengetatan PSBB.

“Ya , Kami akan minta dia mundur, “kata Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Transportasi Metro Polda, Selasa (22/9/2020). — Dia mengatakan, peraturan gubernur memberlakukan pembatasan angkutan penumpang untuk mencegah Penyebaran virus corona. Polisi berharap semua pihak patuh.

“Kita tahu batas angkutan umum 50%. Misalnya Angkor di kursi seberang hanya boleh sopir, 3 penumpang di kanan dan 2 penumpang di kiri 1-1. Lalu ada taksi dua tempat duduk “, terangnya.

Menurutnya, General Equipment terus menyebarkan informasi ke masyarakat untuk mengetahui produk baru. Rules .— – “Kami akan membuat leaflet untuk berbagi informasi dengan pengemudi angkutan umum tentang alokasi kursi penumpang di barisan belakang angkutan perkotaan dan pengaturan mana yang sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Leave A Comment