Penasihat Menteri Lukht: Indonesia sedang mempersiapkan diri menjadi produsen kendaraan listrik

2020-12-26

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRBUNNEWS.COM-Meski harus bekerja sama dengan negara lain, Indonesia siap menjadi produsen mobil listrik. Satryo Soemantri, Penasihat Khusus Inovasi Industri dan Kebijakan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Investasi, mengatakan, Minggu (26/7/2020), “Dari segi teknologi, Indonesia sudah menguasainya. Indonesia boleh Menjadi pemain utama di industri kendaraan listrik, dan memiliki sejumlah besar bahan baku berupa lithium dan kobalt, yang akan dikembangkan di industri baterai litium.

Baca: Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan aturan uji tipe kendaraan listrik

Menurut Satra mengatakan, Indonesia perlu mengembangkan dua hal, yakni kendaraan listrik baterai dan pengembangan baterai lithium sebagai komponen penggerak utama kendaraan listrik. -Baca: Kendaraan listrik BMW iX3 akan dirilis pada 14 Juli 2020. Fitur baru apa saja yang ada? Dia berkata: “Ini harus bekerja secara paralel antara pengembangan mobil dan baterai.” Diimpor. “Mobil listrik tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil, tetapi menggunakan baterai lithium, dengan emisi nol. Sebab, tidak ada polusi udara. Di saat yang sama, pemerintah berupaya untuk menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), ”jelasnya.

Firdausi Manti, Wakil Asisten Deputi Bidang Kemaritiman Bidang Koordinasi Dukungan Infrastruktur Maritim dan Investasi, menambahkan, Pemerintah mendukung sektor swasta untuk mengimpor kendaraan listrik, tetapi berharap akan ada transfer teknologi.

“Karena itu mungkin tidak dilakukan pada saat seperti itu, jadi kita akan menempuh jalan pengembangan teknologi saja. Indonesia dapat menjadi pemain global dalam rantai pasokan aki kendaraan listrik. Dia menjelaskan: “Industri kendaraan listrik membutuhkan rantai pasokan global di mana negara dapat saling melengkapi dengan suku cadang.”

Leave A Comment