Pengamat: Berbicara tentang tol masuk sepeda jalan raya yang dapat membahayakan keselamatan

2020-12-27

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Lalu Lintas Darmaningtyas menilai, klaim bahwa sepeda jalan raya boleh masuk ke jalur tol perlu dikaji lebih cermat. Dia mengatakan kepada Tribunnews, Kamis (27/8/2020), kecepatannya 60 km / jam dan kecepatan tertinggi 80 km / jam.

Direkomendasikan untuk memberikan ruang bagi sepeda untuk melewati jalan tol Cawang-Tanjung Priok di beberapa wilayah Jakarta. Kerucut lalu lintas terbatas.

“Jika tidak ada isolasi fisik, karena kedisiplinan pengguna jalan tol masih sangat rendah, maka pengendara sepeda akan sangat rentan,” kata Damanintias. Sepeda Direkomendasikan Bisa Tol – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Anies Baswedan) sebelumnya sudah menyampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) penggunaan ruas tol lingkar dalam untuk pengendara sepeda. Klaim. Menurut surat yang dikirimkan pada 11 Agustus 2020, jumlah orang yang mengendarai sepeda meningkat setiap minggunya. -Baca: Politisi PDIP menuding ide sepeda masuk tol karena berusaha mengalihkan persoalan — angka tertinggi terjadi pada pekan ke-7 tahun 2020 atau 20-26 Juli hingga ’82, 380 pengendara sepeda.

Jumlah rata-rata pengendara sepeda dari minggu pertama hingga minggu ketujuh meningkat sebesar 15%.

“Atas pertanyaan ini saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah mengizinkan penggunaan sebagian gerbang tol. Surat itu berbunyi: Di ​​Jakarta (Cawang-Tanjung Priok), terdapat jalur sepeda di sisi barat. Ini akan menampung pengendara sepeda mulai pukul 06.00 hingga 09.00 pada hari Minggu. “

Direktur Administrasi Transportasi Polda Metro Jaya masih menunggu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menggunakan jalan tol perkotaan Review tentang sepeda jalan raya.

“Kita tunggu ijin dari dinas PUPR atau tidak.” Ur lalu lintas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Meski kebijakan tersebut hanya diberlakukan setiap hari Minggu, namun selalu menjadi tema yang vital karena dianggap berbahaya. Sambodo mengaku enggan mengomentari pidato tersebut sebelum melakukan penelitian pihak terkait.

“Kami akan melakukan penelitian dan investigasi dulu,” pungkasnya.

Leave A Comment