KAI mengaku kalah bersaing dengan truk di industri logistik

2020-12-29

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengaku masih berkutat untuk bersaing dengan transportasi logistik darat.

Hal tersebut dikomunikasikan pada Sidang Kongres (Rabu, 8 Juli 2020) dengan Panitia VI DPR di Senayan, Jakarta. Lacak pajak pertambahan nilai (PPN) dari biaya akses (TCA). Di Dik mengatakan: “Kita harus membayar pajak pertambahan nilai 10 dan tol lintasan, karena rel yang kita lintasi adalah milik negara.” Di Dik menjelaskan, TAC adalah harga yang harus dibayar KAI kepada pemerintah saat KA melewati KA. -Baca: Kekurangan BBM Menghambat Distribusi Logistik ke Berbagai Daerah-Tak hanya itu, KAI juga terkena tanggung jawab Pemeliharaan dan Pengoperasian Infrastruktur (IMO). Ia menjelaskan: “KAI juga berkewajiban untuk berkontribusi dalam pemeliharaan jalur nasional.” Menurutnya, situasi ini membuat kereta logistik tidak dapat bersaing secara maksimal dengan metode transportasi komoditas lainnya.

Baca: Dukungan e-commerce, Logistik, dan Pengiriman Makanan Saat Pandemi Covid-19 Penjualan Isuzu

Didiek Bilang KAI Tak Bisa Turunkan Kecepatan Logistik Saat Pandemi Covid-19 dan Permintaan Angkut Barang Meningkat. – “Tidak ada pajak pertambahan nilai untuk truk dalam transportasi logistik. Truk menggunakan jalan raya, dan Anda hanya perlu menggunakan jalan raya. Oleh karena itu, dua faktor utama ini membuat daya saing kita di bidang transportasi logistik semakin rendah.”

Seperti kita ketahui bersama, KAI akan berperan dalam perekonomian nasional Rencana pemulihan (PEN) mendapat bantuan 3,5 triliun rupiah dari pemerintah.

Dana penyelamatan akan digunakan untuk menjaga arus kas perseroan hingga akhir tahun 2020. -Dana penyelamatan akan digunakan untuk lima bagian, antara lain pemeliharaan sarana perkeretaapian Rp 680 miliar, biaya pemeliharaan infrastruktur termasuk pembangunan Rp740 miliar, biaya personel Rp1,25 triliun, dan biaya bahan bakar 5.500 Miliar rupiah, dan 280 miliar rupiah disewa karena perusahaan tidak memberhentikan karyawan atau mengurangi gaji. THR dibayarkan sesuai ketentuan, ”kata Didiek.

Leave A Comment