Pengamat: Indonesia tertinggal dari negara tetangga dalam hal bahan bakar ramah lingkungan

2020-12-31

Reporter berita Tribunnews melaporkan, Jakarta, TRIBUNNEWS.COM, pengamat mobil Mukiat Sutikno mengingatkan, Indonesia jauh tertinggal dari negara lain dalam penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Bahkan termasuk Asia Tenggara.

“Sebagian besar negara lain punya Euro 4. Bahkan Singapura punya Euro 5 hingga Euro 6. Di Indonesia sendiri Euro 2 dan Euro 3 masih ada,” kata Mukiat Sutikno di Jakarta, Kamis. (9/24/2020).

Oleh karena itu, Indonesia juga harus mengikuti. Kalau tidak, tentu dia akan tertinggal. Jika Anda menyamakannya dengan angka oktan dan tetap menggunakan Mukiat, Anda harus menggunakannya setidaknya dengan BBM dengan RON lebih besar dari 90.

Itu sebabnya, menurut Mukiat, mau tidak mau Indonesia harus segera menggunakan bahan bakar oktan tinggi. – “Perubahan dari RON rendah ke RON tinggi ini sangat penting untuk memastikan bahwa kami mematuhi tetangga kami. Karena Indonesia adalah yang paling terabaikan.” Dibandingkan dengan Thailand, kami juga sangat telat. “Kata Mukiat. Sepeda motor Indonesia juga dijual ke luar negeri. Karena itu, industri otomotif mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi mesin sebelum menjual ke luar negeri. Begitulah cara perawatannya. Menurut dia, hal ini berdampak pada biaya produksi. “Namun, jika bahan bakar kita juga menggunakan RON tinggi, tentunya industri tidak perlu melakukan penyesuaian,” ujarnya. Secara teknis, lanjutnya, bahan bakar oktan rendah Ini berdampak buruk bagi kendaraan. Selain menurunkan performa, juga akan berpengaruh pada daya tahan mesin. “Tidak benar, inferior, pasti akan berpengaruh pada mesin. Karena saya harus memberi mereka minuman sehat, saya sedikit kotor, dan mobil akan melukai perut Anda. Sebab, berbahaya bagi kendaraan, ”ujarnya.

Leave A Comment