Daihatsu: Sejak pandemi Covid-19, metode pembayaran tunai semakin meningkat

2021-01-02

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Ameila Tjandra, Direktur Pemasaran Otomotif Astra Daihatsu, mengatakan cara konsumen membeli mobil telah berubah. Bagi Amel yang saat ini tengah terjangkit virus corona atau pandemi Covid-19, konsumen yang membeli Daihatsu lebih banyak menggunakan metode pembayaran tunai atau langsung daripada pembayaran cicilan atau kredit. “Sebelum merebak, menurut data kami, 80% pembelian Daihatsu dibeli dengan cara mencicil, dan sisanya dibayarkan langsung,” kata Amer dalam obrolan online dengan Astra Daihatsu di Merdeka.com, Selasa (23/9). 06) / 2020). -Namun, lanjut Amel, cara pembayaran langsung utamanya untuk membeli mobil Daihatsu, sedangkan cara pembayaran cicilan hanya menggunakan 32%. Hati-hati dan berikan layanan kredit untuk pembelian mobil, “kata Amel. -Amel menjelaskan bahwa ia pernah menemukan bahwa pada masa wabah Covid, pemberi kredit menaikkan nilai uang muka sebesar -19. Umumnya uang muka rata-rata 15-20 untuk pembelian mobil. %. Harga jual mobil.

“Tetapi dalam hal ini, penyedia layanan akan meningkatkan nilai uang muka. Ada yang naik sampai 30% atau 35%, bahkan ada yang berhenti memberikan layanan uang muka. Mengenai perilaku pembelian saat wabah Covid-19, ”kata Amel.

Amel kemudian mengungkapkan bahwa meski metode pembayaran langsung mengalami peningkatan sebesar 74% dibandingkan pembayaran cicilan, namun jumlah pembelian mobil sangat rendah.

Selain itu, Amel pun menanggapi langkah relaksasi pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang saat ini sedang dilakukan, ia mengatakan, tindakan pelonggaran tersebut dapat mengikuti laju pembangunan ekonomi. Menurut Amel, hal tersebut tidak serta merta meningkat seperti semula. Antusiasme Pasar Mobil. Covid-19 di Indonesia .

Baca: Jajak pendapat membuktikan bahwa pameran otomotif tidak lagi menjadi patokan utama ketika orang membeli mobil baru

“Kalau Daihatsu bisa menjual 80.000 hingga 100.000 mobil per bulan di 2019 , Situasinya mungkin sulit. “Ini karena daya beli perseroan belum meningkat,” kata Amel. Mobil bisa kembali ke 2019 dan akan menjadi lebih antusias.

Leave A Comment