Selama pandemi, minat membeli uang tunai dari Daihatsu Motors melonjak

2021-01-03

Laporan reporter Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Ameila Tjandra, Direktur Pemasaran Otomotif Astra Daihatsu, mengatakan saat merebaknya Covid-19, konsumen yang membeli mobil Daihatsu dengan uang tunai (alias tunai) sempat Peningkatan pembayaran cicilan atau pembelian kredit.

“Menurut data kami, sebelum epidemi (Corona), pembelian Daihatsu sebagian besar dilakukan dengan cara step by step, mencapai 78%, dan sisanya pembayaran langsung.” Amel dan Merdeka Astra Daihatsu Hal itu terungkap dalam obrolan online .com itu Selasa (23/6/2020).

Sekarang, mereka yang membeli mobil Daihatsu dengan uang tunai telah meningkat menjadi 78%, dan sisanya 22% diangsur.

Amel yakin bahwa perubahan tren ini mungkin disebabkan oleh perusahaan pembiayaan yang menyediakan kendaraan dengan mencicil Saat membeli jasa, harap berhati-hati saat menerima permintaan dari masyarakat untuk membeli mobil baru. Harga mobil murah terbaru bekas Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Honda Bri, Satya- “Perusahaan jasa rental mobil perlu lebih berhati-hati dalam memberikan layanan kredit untuk pembelian mobil,” kata Amel. .

Baca: Dengan produk ganda dan harga bersaing, inilah mengapa Daihatsu tidak bisa mengungguli penjualan Toyota- “Biasanya uang muka rata-rata 15-20% dari harga jual mobil. Tapi dalam kasus ini, Dalam hal ini, penyedia layanan menaikkan nilai uang muka.Beberapa orang menaikkan uang muka menjadi 30% atau 35%. Selama wabah Covid-19, ia bahkan berhenti menawarkan layanan pembelian cicilan. -Amel juga Menanggapi tindakan pelonggaran pembatasan sosial (PSBB) berskala besar yang saat ini diterapkan di banyak daerah (seperti DKI Jakarta).

Ia mengatakan, tindakan pelonggaran tersebut akan mendukung pembangunan ekonomi. Pekerjaan ini masih dalam proses, tapi setidaknya Harapan untuk memulai kembali ekonomi dan mendapatkan kembali momentumnya, “kata Amel. Amel mengatakan, pelonggaran PSBB tidak otomatis menambah keseruan pasar mobil seperti sebelum Covid-19. Amel mengatakan: “Jika Daihatsu bisa menjual 80.000 hingga 100.000 mobil per bulan pada 2019, di sini Situasi ini bisa jadi sulit. Padahal, daya beli masyarakat belum meningkat. “Pihaknya juga optimis jika produk domestik bruto atau PDB tumbuh 5%, maka pasar otomotif bisa kembali ke level 2019 dan akan lebih bergairah.

Leave A Comment