Industri otomotif masih dipandang sebagai masa depan, pengaruh populasi kelas menengah

2021-01-04

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Industri otomotif dalam negeri saat pandemi Covid-19 masih dipandang sebagai masa depan.

Dari kapasitas produksi yang tinggi, pengembangan penjualan dan infrastruktur yang berkelanjutan, berdampak pada populasi kelas menengah. Masa depan akan tetap menarik.

Menurutnya, hal ini karena menurut laporan Bank Dunia, jumlah masyarakat kelas menengah tumbuh rata-rata 12% setiap tahun.

“Dalam laporan Bank Dunia, Putu menyebutkan bahwa jumlah kelas menengah Indonesia melebihi 30% pada tahun 2018, dan jumlah ini meningkat hampir setengahnya pada tahun 2019. Di antara penduduk Indonesia, sekitar 115 juta orang termasuk kelas menengah. Kelas. Hari (19/7/2020) .- Baca: Gaikindo batal menggelar pameran otomotif GIIAS 2020 di Surabaya pada September lalu- katanya perkembangan kelas menengah menjadi pendorong utama produksi mobil Indonesia. – Selain itu, dengan terus berkembangnya jalan tol dan infrastruktur jalan raya, tingkat kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia relatif rendah dalam beberapa tahun terakhir, yaitu 87 kendaraan per 1.000 penduduk.Pada tahun 2019, output kendaraan roda empat mencapai 1,28 juta. Mobil (atau USD 13,17 miliar) atau turun 4,2% dari tahun sebelumnya.

Kinerja ll Ekspor mobil dalam bentuk CBU (mobil komplit) dan CKD (mobil rakitan dalam negeri) pada tahun 2019 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya Hasilnya, volume ekspor CBU mencapai 332.000 set, sedangkan volume ekspor CKD mencapai 511.000 set.

Leave A Comment