Pengamat: Berbicara tentang tol masuk sepeda jalan raya yang dapat membahayakan keselamatan

2021-02-20

Reporter Tribunnews.com Jakarta, Reynas Abdila melaporkan – Pengamat lalu lintas Darmaningtyas yakin komentar soal izin masuknya sepeda jalan raya ke jalur tol harus ditinjau lebih cermat. Dia mengatakan kepada Tribunnews, Kamis 27 Agustus 2020 kecepatannya 60 km / jam dan kecepatan tertinggi 80 km / jam. Kerucut lalu lintas terbatas.

“Jika tidak ada isolasi fisik, karena kedisiplinan pengguna jalan tol masih sangat rendah maka pengendara sepeda akan sangat rawan,” kata Damanintias. Kenapa saya harus masuk pintu tol – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Anies Baswedan) sebelumnya sudah menyampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) penggunaan ruas tol lingkar dalam untuk pengendara sepeda Permintaan. Pada 11 Agustus 2020, tercatat jumlah orang yang mengendarai sepeda meningkat setiap minggunya.

Baca: Politisi PDIP Ajukan Ide Izinkan Sepeda Ambil Langkah Penyelesaian Masalah-Jumlah Tertinggi Tercatat Pada Minggu Ketujuh Tahun 2020 atau 20-26 Juli, Jumlah Penumpang Sepeda Jumlahnya akan mencapai 82.380 orang.

Dari minggu pertama hingga minggu ketujuh, jumlah pengendara sepeda meningkat rata-rata 15%. Terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah menyetujui penggunaan pintu tol untuk 1 bagian dari iklan. Surat itu berbunyi: Di ​​Jakarta (Cawang-Tanjung Priok), di sisi barat ada jalur sepeda yang bisa menampung pengendara sepeda mulai pukul 06.00 hingga 09.00 pada hari Minggu.

Direktur Biro Transportasi Porta Shinto Jaya masih menunggu kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang penggunaan jalan tol perkotaan untuk memproduksi sepeda jalan raya.

“Kami sedang menunggu otorisasi dari departemen PUPR atau tidak.” Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo (Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo) berbicara kepada wartawan, Kamis (27 Agustus 2020).

Meski kebijakan tersebut hanya diberlakukan setiap hari Minggu, namun menuai banyak kritik karena dianggap berbahaya. Sambodo mengaku enggan mengomentari pidato tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian pihak terkait.

“Kita akan selidiki dulu,” pungkasnya.

Leave A Comment