Jasa Marga mengatakan, pengendara sepeda dari kelompok virus tersebut masuk ke dalam kawasan tol dengan alasan memasang rambu larangan masuk

2021-02-21

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyayangkan rombongan pengendara sepeda memasuki tol Jagorawi tepatnya 46 + 500 kilometer (Polingga). — Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 pada hari Minggu di Bank Dunia (13 September 2020).

Menurut informasi dari petugas dan polisi di lokasi, pengendara sepeda memasuki 47 + 200 (lampu lalu lintas Ciawi) melalui jalan tol Jagorawi Km dan berusaha membalas. Garis tengah melintasi arah di 46 km + 500 km menuju tempat istirahat dan servis (TIP) 45 km. Oemi Vierta Moerdika, Kantor Tol Wilayah Metropolitan Jasamarga, menjelaskan Jasa Marga sangat menyayangkan para pengendara sepeda yang masuk dan menggunakan jalan tol merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Memasuki Tol Jagorawi- “Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1 menyebutkan bahwa jalan tol hanya berlaku bagi pengguna jalan roda empat atau lebih.” Baca: Pajero Tabrak Dua Pengendara Sepeda di Pekanbaru, Tewaskan Satu, dan Buronan Sopir-Oemi juga mengabarkan bahwa Jasa Marga telah memasang papan informasi tentang kejadian tersebut.

“Kami memasang rambu larangan masuk tol bagi kendaraan roda dua. Oemi menambahkan:“ Rambu kendaraan yang berhak menggunakan jalan tol dan batas kecepatan setiap kali melintas di jalan tol. “Oemi menambahkan. Spesifikasi desain berlaku untuk kendaraan dengan roda empat atau lebih.”

“Misalnya pada kecepatan ini, minimal 80 km / jam kendaraan di jalan tol antarkota, Untuk jalan tol perkotaan minimal 60 km / jam. Pengendara sepeda juga akan mengalami gangguan angin dari kendaraan lain karena jalan tol tersebut leluasa, ”kata Oemi.

Jika kendaraan roda dua masuk ke jalan tol, dapat dituntut. Peraturan perundang-undangan saat ini mengizinkan pusat tol untuk membuka informasi lalu lintas di sekitar jalan tol pada 14080 24 jam sehari. –

Leave A Comment