Samsung telah mengembangkan aki mobil listrik dengan jangkauan 800 kilometer

2020-07-16

Para peneliti di TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Samsung Institute of Advanced Technology (SAIT) dan Samsung RnD Research Institute (SRJ) di Jepang telah memutuskan untuk menghapus anoda logam lithium yang digunakan dalam baterai semikonduktor dan menggantinya dengan lapisan perak-karbon tipis. -Anoda logam lithium ini dapat menyebabkan masalah baterai. Anoda adalah elektroda pada arus terpolarisasi. Jika arus masuk, elektroda dapat berupa logam atau konduktor listrik lainnya. Peneliti Samsung mengutip mobil dan driver pada Sabtu (14/3/2020) yang mengatakan bahwa mereka memasang dendrit atau paku kristal kecil, yang melewati elektrolit dan menyebabkan korsleting saat pengisian, sehingga baterai padat diharapkan Hidup ini sangat singkat. Mengganti prototipe logam lithium dengan karbon perak dapat menghasilkan baterai dengan kapasitas lebih tinggi, memperpanjang usia layanan, dan membuat baterai lebih lama.

Lapisan perak-karbon hanya setebal lima mikron, tetapi jika itu dapat mencapai tujuan tim Samsung untuk belajar di laboratorium dunia nyata, itu dapat sangat mengubah kendaraan listrik (EV) atau kendaraan listrik di masa depan.

Baterai prototipe yang diproduksi oleh tim akan memungkinkan kendaraan listrik untuk melakukan perjalanan sekitar 500 km atau 805 km, dan memiliki siklus hidup lebih dari 1000 kali pengisian

Baterai yang diproduksi selama periode penelitian adalah 50% lebih kecil dari baterai lithium-ion tradisional. -Solid state technology selalu menjadi impian para pembuat mobil dan penggemar EV. -Ini adalah penelitian yang menjanjikan, tapi jangan berharap itu muncul di showroom terlebih dahulu, karena akan butuh bertahun-tahun untuk menyempurnakannya.

Leave A Comment