Apakah pembayaran mobil macet? Pahami risikonya, jangan transfer risikonya ke pihak ketiga terlepas dari konsekuensinya

2020-07-17

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dengan membeli empat atau dua roda dalam batch, banyak orang memilih untuk mendapatkan kendaraan yang diidamkan. Perjanjian dicapai dengan perusahaan keuangan atau perusahaan leasing terlebih dahulu.

Namun, dalam perjalanan, tidak semua orang dapat membayar angsuran kendaraan sampai mereka mengembalikannya.

Beberapa orang menyerah karena turbulensi keuangan atau karena alasan tertentu. Setoran untuk alasan lain untuk terus beristirahat tampaknya besar.

Pertanyaannya adalah, bisakah kita langsung menjual kendaraan yang masih membayar ke pihak lain?

Jawabannya mungkin. Namun, jangan transfer atau jual mobil secara mencicil ke pihak ketiga, dan jangan abaikan dan serahkan kewajiban kendaraan yang tersisa. Pada hari Rabu, 19 Februari 2020, Pusat Bisnis Astra menyatakan bahwa jika seorang konsumen atau pemilik kendaraan tidak dapat lagi membayar, yang terbaik adalah memberi tahu pihak leasing.

S”Dia bermaksud menjual atau mentransfer kendaraan untuk membayar Pihak ketiga, membawa calon pembeli ke mobil sewaan untuk pembayaran.

Argha Fachsa mengatakan: “Pelanggan kami selalu merekomendasikan Anda ke kantor kami sehingga kami dapat mengevaluasi pelanggan potensial yang mungkin perlu membayar kendaraan.” Dia mengatakan bahwa kendaraan cicilan dijual kepada pihak ketiga, dan Tidak ada pengetahuan dari semua pihak. Sewa sangat buruk bagi pelanggan.

Baca: Pada Astra Auto Fest 2020, diskon suku bunga nol mobil TAF

Leave A Comment