Daihatsu: Sejak pandemi Covid-19, metode pembayaran tunai telah meningkat

2020-07-23

Laporan reporter Tribunnews.com tentang Hari Darmawan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Ameila Tjandra, Direktur Pemasaran Otomotif PT Astra Daihatsu, mengatakan bahwa dalam proses pembelian mobil, metode pembelian konsumen saat ini sedang berubah. Menurut Amel, pandemi coronavirus saat ini, konsumen Covid-19 yang membeli mobil Daihatsu menggunakan uang tunai atau pembayaran langsung lebih dari uang muka atau kredit.

Baca: Tip untuk membeli mobil bekas agar tidak tertipu dan memilih seseorang yang membuat Anda merasa menyesal.

“Menurut data kami, sebelum pecahnya pembelian Daihatsu, 80% dari pembelian terutama dengan angsuran, dan sisanya adalah pembayaran langsung.” Online pada hari Selasa (23/6/2020) dengan Merdeka.com Ngobrol dengan Astra Daihatsu. -Namun, Amel terus mengatakan bahwa pembelian Daihatsu terutama melalui pembayaran langsung, dengan hanya 32% menggunakan pembayaran cicilan.

“Ini mungkin karena penyedia layanan cicilan telah melampaui itu” Harap dicatat, kata Amel.

Amel menjelaskan bahwa dia menemukan bahwa penyedia layanan kredit meningkatkan nilai uang muka selama wabah Covid-19. Biasanya, uang muka rata-rata adalah 15-20%

“Tetapi dalam hal ini, penyedia layanan akan meningkatkan nilai uang muka. Beberapa meningkat hingga 30% atau 35%, dan beberapa bahkan berhenti memberikan layanan uang muka. Untuk Covid Perilaku pembelian selama epidemi, “kata Amel.

Selanjutnya, Amel mengungkapkan bahwa meskipun metode pembayaran langsung telah meningkat sebesar 74% dibandingkan dengan metode pembayaran cicilan, jumlah mobil yang dibeli sangat kecil. Saat ini pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB). Dia mengatakan bahwa tindakan relaksasi semacam itu dapat mengimbangi perekonomian. “Meskipun langkah relaksasi ini belum dimaksimalkan karena epidemi masih berlangsung, setidaknya ada harapan untuk memulai kembali ekonomi dan tumbuh,” kata Amel.

Amel mengatakan bahwa relaksasi PSBB tidak akan serta merta meningkatkan antusiasme pasar mobil seperti kemunculan Covid-19 di Indonesia. Baca: Survei membuktikan bahwa pameran mobil tidak lagi menjadi patokan bagi orang untuk membeli mobil baru- “Jika Daihatsu dapat menjual 80.000 hingga 100.000 mobil per bulan pada 2019, mungkin sulit dalam hal ini. Ini karena masyarakat tidak memiliki daya beli Tambah, “kata Amel.

Tapi Amel juga sangat optimis bahwa jika PDB tumbuh sebesar 5%, maka pasar dapat membeli kembali mobil. Pada 2019, itu akan menjadi lebih menarik.

Leave A Comment