Truk super taksi dan tulang punggung penjualan DFSK dipengaruhi oleh pandemi

2020-07-29

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah mengurangi penjualan truk pickup Super Cab PT Sokonindo Automobile di Indonesia. Tren penurunan terutama terjadi pada Mei 2020.

“Kami melihat penurunan pada bulan Mei, tetapi kami masih bekerja keras untuk mengakomodasi kendaraan komersial,” kata direktur kendaraan komersial pada hari Selasa. Hubungan publik dan digital PT Sokonindo Motor Company, Arviane DB (23/06/2020).

Untuk mempertahankan penjualan taksi super, DFSK akan melakukan penyesuaian jika ada armada konsumen yang tertarik dengan pickup ini. Bentuk lain sehingga kita bisa menjual armadanya. Salah satu bentuknya adalah “ambulans” atau toko mobil. Kami mencari pendekatan yang lebih relevan dan relevan dengan situasi saat ini, “kata Annie.

Baca: New Carry Kokoh mendominasi pemulihan pasar, penjualan ritel Suzuki pada Januari meningkat 2,5%. Pada 2019, DFSK berhasil mencatat volume penjualan grosir taksi super, dengan total 2.042 unit terjual, menyumbang sekitar 52,9% dari total penjualan DFSK.

Pada saat yang sama, karena Covi d, van listrik Gelora harus ditunda di Indonesia Waktu ke pasar. -19 pandemi .

Baca: Pemilik Pamper Traga Astra Isuzu hanya menyiapkan rencana penggantian oli senilai Rp 190.000

DFSK akan terus tersedia sekarang Ada jajaran kendaraan untuk mempromosikan penjualan dalam pandemi.I-Auto yang dipamerkan di pameran mobil GIIAS 2019 juga akan ditunda hingga paruh kedua tahun ini .DFSK kini telah mendistribusikan i-Auto ke dealer sehingga konsumen dapat Uji mobilnya. – Baca: perbaikan pompa bahan bakar Mitsubishi Indonesia, ingat ribuan perangkat Xpander- “Kami telah mendistribusikan ke dealer, sehingga dapat digunakan untuk uji jalan, dan dealer telah Pelanggan yang tertarik dengan kendaraan otomatis memesan biaya pemesanan. Anne menjelaskan: “Kami berharap dapat merilisnya di awal paruh kedua tahun ini sekitar waktu rilisnya.”

Leave A Comment