Samsung mengembangkan aki mobil listrik dengan jangkauan 800 kilometer

2020-07-30

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Para peneliti di Samsung University of Technology (SAIT) dan Samsung RnD Institute (SRJ) Jepang telah memutuskan untuk menghilangkan anoda logam lithium yang digunakan pada baterai solid-state dan menggantinya dengan lapisan perak-karbon tipis. – Anoda logam litium ini dapat menyebabkan masalah baterai. Anoda adalah elektroda pada arus terpolarisasi, jika arus mengalir, elektroda dapat berupa logam atau konduktor lainnya. Mengutip mobil dan pengemudi, pada Sabtu (14 Maret 2020), peneliti Samsung memasang dendrit atau paku kristal kecil, yang menembus elektrolit dan menyebabkan korsleting saat pengisian, sehingga harapan hidup baterai padat sangat tinggi. rendah. Para peneliti mengatakan bahwa menggunakan karbon perak sebagai pengganti logam lithium dalam prototipe dapat menghasilkan baterai berkapasitas lebih tinggi, memperpanjang usia layanan, dan menjadikannya baterai yang lebih aman.

Lapisan perak-karbon hanya setebal 5 mikron, tetapi jika itu dapat dicapai di dunia nyata, tim Samsung sedang melakukan penelitian di laboratorium, itu dapat sangat mengubah kendaraan listrik (EV) atau kendaraan listrik di masa depan.

Prototipe baterai yang diproduksi oleh tim akan memberi daya 805 kilometer kendaraan listrik 500 kilometer atau kurang, dengan siklus hidup lebih dari 1.000 pengisian ulang.

Baterai yang diproduksi selama penelitian ini 50% lebih kecil dari baterai lithium-ion tradisional.

Teknologi solid-state telah menjadi impian para pembuat mobil dan penggemar EV selama beberapa waktu. –Ini adalah penelitian yang menjanjikan, tetapi jangan berharap itu muncul di showroom terlebih dahulu, karena akan memakan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikannya.

Leave A Comment