Ojek Online tidak dapat digunakan untuk transportasi penumpang di Kabupaten Depok Merah, Kota Depok

2020-08-01

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK-Taksi sepeda motor berbasis aplikasi online atau taksi sepeda motor online dijadwalkan untuk menjemput penumpang di Depok, Jawa Barat, pada 7 Juli, tetapi hanya jika pengguna memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Cegah penyebaran Covid-19.

Selain menyiapkan peralatan protokol kesehatan (termasuk hambatan antara penumpang dan pengemudi), aplikator juga diharuskan untuk menggunakan sistem geofence untuk menyesuaikan sistem aplikator di Jakarta.

Orang yang bertanggung jawab atas Departemen Transportasi Kota Depok mengungkapkan bahwa Dadang Wihana telah menjadi salah satu persyaratan utama karena pemerintah melarang pengangkutan ojek motor online di zona merah.

Baca: Transisi PSBB Jakarta akan menjadi harapan baru bagi penumpang Ojeger online meskipun masih sepi

“Penumpang tidak semua area, jadi kecualikan area merah,” kata Dadang kepada Kompas, Sabtu. com (04 Juli 7, 2020). Baca: Cara menggunakan transportasi umum dan ojek online dengan aman selama pandemi — “Jadi di zona merah, Anda tidak dapat menerima (penumpang) maupun memesan (penumpang) (ojek) online ). Jadi nanti akan otomatis dalam aplikasi, “tambahnya. “Da Dang menjelaskan bahwa sejauh ini, 10 desa di Depok telah dinyatakan sebagai zona merah.-Desa-desa dinyatakan sebagai zona merah berarti mereka masih memiliki lebih dari enam Covid aktif -19 kasus dan masih menerima perawatan Atau mengisolasi mereka secara terpisah.-Pesta besar mengatakan bahwa jumlah ini dapat berubah sebelum taksi sepeda motor online yang membawa penumpang digunakan kembali, sehingga desa akan dilarang membuat taksi sepeda motor online baru pada hari Senin.

Selain itu , Pihak tersebut juga akan memperbarui data zona merah kelurahan di Depok setiap minggu untuk membatasi pengoperasian ojek motor online.

Leave A Comment