Pasar otomotif masih lesu, Toyota memperpanjang penutupan pabrik hingga Juni

2020-07-08

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Indonesia Toyota Motor Manufacturing Co., Ltd. (TMMIN) sekali lagi memperluas periode penghentian produksi sebagai respons negara terhadap Virus Corona (Covid-19).

Dalam pernyataan tertulisnya, penangguhan kegiatan di pabrik Toyota Sunter dan Karawang akan berlaku mulai 11 Mei hingga 1 Juni 2020. Semoga setelah mengalami pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan ‘Idul Fitri 1441 H, operasi akan dilanjutkan.

“Selama penangguhan produksi, kami akan terus memonitor situasi, termasuk situasi terkini dari penawaran dan permintaan pasar,” Bob Azam, Direktur Administrasi TMMIN, Perusahaan dan Hubungan Eksternal (14/4/2020) .

Untuk menjaga konsumsi Untuk stabilitas permintaan, perusahaan terus melakukan banyak tugas, terutama logistik. Namun, implementasinya akan dipantau secara ketat sesuai dengan perjanjian kesehatan.

Setelah pemerintah menyerukan penghentian rantai penularan virus coronavirus melalui PSBB dan pekerjaan rumah (WFH), TMMIN menghentikan kegiatan produksi mulai 13 April.

Baca: Mitsubishi secara khusus menyediakan staf medis dengan kemasan DP 20% untuk Xpander dan Xpander Cross.

Kemudian, pada 17 April, perusahaan sekali lagi mengumumkan perpanjangan waktu produksi, yaitu hingga 24 April. Menurut izin Kementerian Perindustrian, fungsi-fungsi tertentu selalu digunakan dengan mendefinisikan satu shift.

Baca: Lebaran, kendaraan yang memasuki area istirahat akan dibatasi, waktu istirahat maksimum adalah 30 menit

yaitu, operasi untuk memenuhi komitmen terhadap layanan dan ekspor mobil. Bob mengatakan: “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai basis produksi untuk produksi dan ekspor. Kami memastikan pasokan yang memadai selama penutupan. Selain itu, kami akan terus memantau situasi terbaru.” Artikel ini disiarkan di Kompas.com, berjudul Toyota Indonesia Menghentikan Kegiatan Pabrik, hingga Juni

penulis: ruly Kurniawan

Leave A Comment